Jakarta, CNN Indonesia --
Kejaksaan Agung (Kejagung) buka bunyi mengenai sosok Febrie Adianto nan disebut-sebut sebagai pihak nan mengantar jenazah Sutrimo dari Klinik Mordent ke (RS) Muhammadiyah Taman Puring.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna membenarkan jika Febrio merupakan pegawai Kejagung nan sempat menjadi staf dari eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.
"Saudara Febrio nan kami tahu, memang dia pegawai Kejaksaan. Tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan. (Fabrio) stafnya (Febrie)," ujarnya kepada wartawan, dikutip Senin (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Anang mengaku tidak mengetahui apakah Febrio merupakan pihak nan mengantarkan jenazah Sutrimo itu alias tidak.
Ia mengatakan pasca Febrie diberhentikan sementara lantaran terseret kasus korupsi TPPU, Febrio tetap bekerja sebagai staf manajemen di Kejagung.
"(Bagian) staf manajemen biasa," ujarnya.
Sebelumnya, seorang laki-laki berjulukan Sutrimo meninggal bumi pada Kamis (23/7) lalu. Sutrimo ditemukan dalam dalam kondisi tidak sadarkan diri di laman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan kemudian dibawa menuju RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans.
Sementara itu, pihak family resmi melaporkan persoalan kematian Sutrimo ke Polresta Banyumas. Laporan tersebut dilakukan oleh Suting selaku kerabat mendiang berbareng anaknya, Abhi, pada Sabtu (8/8) malam.
Keduanya merupakan penerima kuasa dari mahir waris dari Sutrimo untuk melakukan laporan itu. Meraka mengatakan sebelumnya tidak mengetahui adanya kejanggalan mengenai kematian Sutrimo.
Namun, beragam pemberitaan nan simpang siur membikin family mau mengetahui secara jelas kondisi nan sebenarnya terjadi.
(tfq/dal)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·