Ilustrasi.(Magnific)
BULAN Muharam merupakan salah satu bulan nan dimuliakan dalam Islam (Asyhurul Hurum). Selain menjadi penanda pergantian tahun Hijriah, bulan ini menyimpan beragam rahasia spiritual dan keberkahan bagi umat Muslim nan mengisinya dengan kebaikan saleh. Salah satu ibadah nan masyhur di kalangan ustadz dan mahir hikmah adalah menulis kalimat Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim) sebanyak 113 kali pada hari pertama bulan Muharam.
Amalan ini bukan sekadar tradisi, melainkan mempunyai landasan dalam literatur klasik Islam nan menekankan pada kekuatan angan dan tabaruk (mencari keberkahan) melalui asma Allah SWT. Berikut ulasan mendalam mengenai keistimewaan, landasan kitab, serta tata langkah mengamalkannya.
Landasan Kitab dan Sanad Amalan
Keistimewaan menulis Basmalah di awal tahun ini disebutkan oleh para ustadz dalam beragam kitab muktabar. Berdasarkan referensi nan dihimpun, ibadah ini merujuk pada keterangan dari Sayyidi Ibnu ‘Iraq dalam kitab Ash-Shirath al-Mustaqim. Keterangan serupa juga ditemukan dalam kitab Is’adur Rafiq (Syarah dari kitab Sullamut Taufiq) karya Syekh Muhammad bin Salim bin Said Babashil.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa barangsiapa nan menulis kalimat Bismillahirrahmanirrahim sebanyak 113 kali pada selembar kertas di hari pertama bulan Muharram, kemudian membawanya (disimpan dengan hormat), dia dan keluarganya bakal mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
Teks Arab Basmalah:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah nan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Keistimewaan dan Fadhilah
Berdasarkan keterangan para ulama, terdapat beberapa hikmah dan fadhilah utama dari ibadah ini, di antaranya:
- Perlindungan dari Keburukan: Orang nan mengamalkannya dengan niat tulus diharapkan terjaga dari hal-hal nan tidak diinginkan alias dibenci (bala dan musibah) sepanjang umurnya.
- Keberkahan Keluarga: Manfaat perlindungan ini tidak hanya dirasakan oleh penulisnya, tetapi juga mencakup personil keluarganya.
- Tabarruk dengan Asma Allah: Menulis Basmalah sebanyak 113 kali (sesuai jumlah surat dalam Al-Qur'an selain Surah At-Taubah) merupakan corak pengagungan terhadap nama Allah nan menjadi kunci segala kebaikan.
Tata Cara Menulis Basmalah 113 Kali
Untuk mendapatkan kesempurnaan dalam mengamalkannya, para ustadz memberikan beberapa tuntunan etika sebagai berikut:
- Waktu Penulisan: Dilakukan pada tanggal 1 Muharam. Beberapa ustadz menyarankan dilakukan pada waktu antara Subuh hingga sebelum Zuhur, tetapi sepanjang hari pertama Muharram tetap diperbolehkan.
- Keadaan Suci: Disunahkan dalam keadaan mempunyai wudu, menghadap kiblat, dan menutup aurat.
- Niat nan Benar: Meniatkan penulisan ini sebagai corak ibadah, permohonan perlindungan, dan tabarruk kepada Allah SWT.
- Jumlah nan Tepat: Pastikan jumlah tulisan tepat 113 kali, tidak kurang dan tidak lebih.
- Menjaga Tulisan: Kertas nan berisi tulisan asma Allah tersebut kudu dijaga kehormatannya. Simpanlah di tempat nan bersih, tinggi, dan tidak dibawa ke tempat-tempat nan tidak layak (seperti bilik mandi).
Tabel Ringkasan Amalan
| Kalimat | Bismillahirrahmanirrahim |
| Jumlah | 113 Kali |
| Waktu | 1 Muharram (Hari Pertama Tahun Baru Hijriah) |
| Sumber Utama | Kitab Is’adur Rafiq & Ash-Shirath al-Mustaqim |
Pentingnya Keyakinan dan Tawakal
Perlu diingat bahwa ibadah ini adalah corak wasilah (perantara) doa. Kekuatan utama tetap terletak pada kekuasaan Allah SWT. Menulis Basmalah kudu dibarengi dengan kepercayaan nan kuat (husnuzan) kepada Allah dan tetap menjalankan tanggungjawab ibadah lainnya. Amalan ini menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa memulai segala sesuatu dengan nama Allah di awal tahun agar sepanjang tahun tersebut kita selalu dalam naungan rahmat-Nya.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah boleh menulis menggunakan pulpen biasa?
Boleh, namun sebagian ustadz menyarankan menggunakan tinta nan suci dan wangi jika memungkinkan sebagai corak penghormatan.
2. Bagaimana jika saya salah hitung saat menulis?
Sebaiknya diulangi alias dipastikan kembali agar jumlahnya tepat 113 kali sesuai dengan piagam ibadah nan disebutkan dalam kitab.
3. Apakah kertasnya kudu dibawa ke mana-mana?
Bisa dibawa (disimpan di dompet alias saku nan bersih) alias disimpan di dalam rumah di tempat nan terhormat agar terjaga dari najis.
4. Mengapa jumlahnya kudu 113 kali?
Para ustadz menyebut nomor 113 merujuk pada jumlah surah dalam Al-Qur'an nan diawali dengan Basmalah (total 114 surah, dikurangi Surah At-Taubah nan tidak diawali Basmalah).
5. Apakah ibadah ini wajib?
Tidak, ibadah ini berkarakter sunnah/anjuran (fadhailul a'mal) bagi mereka nan mau mencari keberkahan di awal tahun.
6. Bolehkah menuliskan untuk orang lain?
Diperbolehkan, asalkan niatnya tulus untuk membantu sesama mendapatkan keberkahan asma Allah.
Catatan: Amalan ini merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam tradisional. Selalu konsultasikan dengan pembimbing alias ustad setempat untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut mengenai piagam ibadah ini.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·