Kegiatan Belajar Sekolah di Jaksel Normal Usai Temuan Ratusan Senjata

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kegiatan belajar mengajar di sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tetap melangkah normal usai sebelumnya ditemukan ratusan senjata di salah satu ruangan nan diduga digunakan mantan ketua yayasan.

"Semua melangkah dengan baik. Kegiatan belajar mengajar melangkah dengan baik, tidak terjadi gangguan apa pun di sekolah," kata Kuasa norma pihak sekolah, Hermawanto di sekolah tersebut, Jumat (7/8).

Ia menjelaskan pembongkaran ruangan sebelumnya dilakukan pada sore hingga malam hari setelah aktivitas belajar selesai. Ia menyebut ratusan senjata itu sekarang telah diamankan kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi waktunya itu dilakukan di aktivitas sore hari, jadi sekitar jam 5 sampai malam. Sehingga tidak ada gangguan apa pun terhadap anak-anak di dalam proses belajar mengajar," ujarnya.

Pihak sekolah mengaku tidak mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut sebelum ditemukan.

Hermawanto mengatakan ruangan tempat penyimpanan senjata sebelumnya dikuasai oleh pengurus lama nan telah diberhentikan.

"Bagaimana caranya masuk, gimana nan siapa nan bertanggung jawab, kami juga tidak tahu. Karena nan mengelola itu dulu adalah pengurus lama nan sudah kami berhentikan, sudah kami pecat," katanya.

Ia mengatakan tetap ada sebuah bunker nan berada tidak jauh dari ruangan penemuan senjata nan belum dibuka. Pihak sekolah meminta polisi segera membuka bunker itu.

"Jadi sampai hari ini memang belum dibuka. Posisi bunker memang jauh tidak terlalu jauhlah, tetap dalam satu lokasi, tapi tidak dekat dengan ruangan kelas. Tentu bukan kewenangan kami kan sebenarnya untuk membuka, lantaran sudah ada pelaporan kami atas dugaan penyalahgunaan senjata. Kami cemas di ruangan itu juga ada senjata," katanya.

Senjata nan ditemukan berjumlah hingga 995. Beberapa di antaranya empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, tujuh magasin beragam jenis, sejumlah amunisi dengan beragam kaliber, beberapa unit airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47 dan M4 Carbine, taser gun, perangkat kreator peluru hingga kitab pedoman pembuatan peluru.

Terpisah, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku pemilik senjata, Alhadid Endar Putra menyatakan ratusan senjata airsoft gun nan ditemukan itu legal dan berizin.

"Intinya semua ada izinnya, nan temuan 995 itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi.

"Airsoft gun, 995 ya. Semua ada izinnya kok gitu," sambungnya.

Disampaikan Alhadid, ratusan senjata airsoft gun itu sudah disimpan di letak itu sejak tahun 2020. Kata dia, senjata itu diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

(yoa/isn)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional