Jakarta, CNBC Indonesia - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia memberi respons soal serangan negaranya ke Israel. Dikatakan bahwa serangan tersebut merupakan kewenangan memihak diri Iran nan diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Melalui siaran pers nan diterima CNBC Indonesia, Senin (8/6/2026), Iran mengatakan ada pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata 8 April 2026 nan dilakukan Israel dan juga Amerika Serikat (AS). Karenanya Iran bergerak menggunakan kewenangan inherennya untuk melawan.
"Menyusul pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata... serta berlanjutnya tindakan agresi rezim Zionis terhadap Lebanon dan Republik Islam Iran- termasuk melalui kerja sama dengan militer teroris AS dalam serangan selama dua pekan terakhir terhadap kapal-kapal dan beragam sasaran Iran di wilayah selatan negara kami, serta keterlibatannya berbareng AS dalam tindakan perompakan maritim terhadap bangsa Iran- Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran pada Minggu malam, 7 Juni 2026, melaksanakan kewenangan inheren untuk memihak diri," tulisnya.
"Sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah menyerang sejumlah sasaran militer di wilayah utara Palestina nan diduduki," ujarnya lagi.
Kedutaan juga mengatakan negerinya berkeinginan mempertahankan keamanan dan kepentingan nasionalnya secara tegas di mana pun jika diperlukan. Mengingatkan, tambahnya, gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian nan tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
"Oleh lantaran itu, Pemerintah AS (Donald Trum) memikul tanggung jawab langsung atas beragam pelanggaran gencatan senjata nan dilakukan oleh rezim Zionis beserta segala akibat nan timbul darinya, termasuk setiap eskalasi ketegangan di kawasan," tambahnya lagi.
"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan bahwa setiap tindakan provokatif dan petualangan garang nan dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Lebanon maupun Republik Islam Iran bakal dihadapi dengan respons nan tegas, menyeluruh, dan menghancurkan dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," tutupnya.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·