
Kapal penelitian Yuang Wang 5 milik China. (Foto: AFP)
JAKARTA - Pada Agustus 2022, ketika Sri Lanka berjuang melewati krisis ekonomi terburuknya sejak kemerdekaan, sebuah kapal penelitian China, Yuan Wang 5, berlabuh di Pelabuhan Hambantota. Kunjungan tersebut memicu protes resmi dari India dan keterlibatan diplomatik langsung nan tidak biasa dari Washington. Kolombo awalnya menunda berlabuhnya tersebut di bawah tekanan eksternal, namun kemudian memberikan izin. Episode tersebut tidak berhujung dengan konfrontasi militer alias corak negosiasi ulang perjanjian apa pun, namun, perihal itu akhirnya mengungkapkan sungguh sempitnya ruang mobilitas Sri Lanka. Kesulitan ekonomi dan tanggungjawab nan terakumulasi dengan Beijing sekarang mulai bersenggolan dengan pengambilan keputusan strategis.
China secara konsisten membingkai hubungannya dengan Sri Lanka sebagai kerja sama pembangunan di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI). Sejak 2009, pinjaman dan perjanjian bangunan China telah membiayai jalan raya, pelabuhan, pembangkit listrik, dan prasarana perkotaan. Menurut info nan dikumpulkan oleh penelitian AidData, Sri Lanka termasuk di antara penerima pembiayaan prasarana China per kapita terbesar selama tahun 2010-an. Sebagian besar pinjaman ini diberikan dengan persyaratan komersial alias semi-komersial, bukan dengan suku kembang pengembangan konsesional.
Dilansir Ceylon Wire News, Senin (16/3/2026), Pelabuhan Hambantota menjadi simbol paling nyata dari keterlibatan ini. Dibangun dengan pinjaman China nan melampaui USD 1 miliar, pelabuhan ini kesulitan menghasilkan pendapatan nan cukup. Pada 2017, Sri Lanka setuju untuk menyewakan saham kebanyakan dan kendali operasional kepada China Merchants Port Holdings selama 99 tahun dengan hadiah USD 1,12 miliar, biaya nan digunakan untuk memperkuat persediaan devisa daripada melunasi pinjaman proyek awal. Meskipun Beijing menolak label "diplomasi jebakan utang," hasil strategisnya jelas. Sebuah perusahaan milik negara China memperoleh kendali operasional jangka panjang atas pelabuhan nan terletak di sepanjang salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Transfer ini tidak mendirikan pangkalan angkatan laut China; namun, perihal itu menciptakan kehadiran China nan berkepanjangan di prasarana maritim selatan Sri Lanka. Kehadiran itu krusial di wilayah di mana keakraban logistik dan akses pelabuhan mempunyai nilai strategis kumulatif.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·