
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui negosiasi pembelian LPG dengan Rusia tetap dalam obrolan nan alot, di tengah kebutuhan pasokan nan meningkat.
Bahlil mengatakan konsumsi tahunan LPG nasional tahun 2025 lampau sekitar 8,6 juta ton. Namun kebutuhan tersebut meningkat sekitar 1,5 juta ton seiring peningkatan industri di dalam negeri. Sehingga proyeksi kebutuhan LPG nasional pada tahun 2026-2027 mencapai sekitar 10 juta ton.
"Total produksi kita hanya 1,6 juta, jadi kita kudu mencari pasar baru dan termasuk di Rusia. Lotte (Lotte Chemical Indonesia/LCI) itu butuh itu kurang lebih sekitar 1,5 juta ton per tahun," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (17/4/2026).
Bahlil mengaku saat ini rencana pembelian gas dari Rusia tetap dalam tahap diskusi. Berbeda dari pembelian minyak mentah nan bulan ini sudah dapat dilakukan pengiriman dari Rusia ke Indonesia.
Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku saat ini setiap negara memerlukan gas untuk menunjang aktivitas industri. Hal ini nan menjadi salah satu tantangan pemerintah untuk mencari sumber gas baru untuk memenuhi permintaan dalam negeri.
"Rusia sekarang jika untuk LPG tetap dalam taraf finalisasi. Ya kita doakan bisa sigap selesai lantaran memang di nyaris seluruh bumi memerlukan LPG," kata Bahlil.
Namun demikian Bahlil memastikan kesiapan persediaan LPG nasional tetap fase kondusif lantaran lebih dari 10 hari. Ia berambisi kesepakatan pembelian LPG dengan Rusia terjadi dalam waktu dekat untuk menguatkan persediaan daya dalam negeri.
"Semua pemangku kepentingan selalu melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif-alternatif terbaik. Sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear," lanjut Bahlil.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·