Kebiasaan Menahan Kencing Bisa Rusak Ginjal Itu Bukan Mitos, Ini Penjelasan Dokter

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Niko Prayoga , Jurnalis-Kamis, 30 Juli 2026 |16:09 WIB

Kebiasaan Menahan Kencing Bisa Rusak Ginjal Itu Bukan Mitos, Ini Penjelasan Dokter

Kebiasaan Menahan Kencing Bisa Rusak Ginjal Itu Bukan Mitos, Ini Penjelasan Dokter (Foto: Freepik)

JAKARTA – Menahan buang air kecil mungkin sering dilakukan lantaran argumen pekerjaan, perjalanan jauh, alias susah menemukan toilet. Namun, kebiasaan tersebut rupanya tidak boleh dianggap remeh. Dokter mengingatkan bahwa terlalu sering menahan kencing dapat meningkatkan akibat gangguan pada saluran kemih hingga memengaruhi kegunaan ginjal jika dilakukan terus-menerus.

Hal itu dijelaskan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam asal Banjarmasin, dr. Hamidah, dalam sebuah video berbareng Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo, nan diunggah melalui akun Instagram.

Dalam video tersebut, dr. Hamidah menerangkan bahwa proses buang air mini melibatkan beberapa organ nan bekerja secara berurutan, mulai dari ginjal, saluran kemih, hingga kandung kemih sebagai tempat penampungan sementara urine sebelum dikeluarkan dari tubuh.

“Jadi, untuk sistem kencing itu, nan pertama kudu ada ginjal nan normal, kemudian ada saluran ginjal nan menuju ke kandung kemih. Nanti dari kandung kemih baru dikeluarkan kencingnya secara normal,” kata dr. Hamidah, dikutip Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, kandung kemih mempunyai kapabilitas tertentu untuk menampung urine. Jika seseorang terbiasa menunda buang air kecil, urine bakal terus menumpuk sehingga tekanan di dalam kandung kemih meningkat.

“Kalau misalnya kita suka menahan buang air kecil, kandung kemih kita kan punya kapabilitas tertentu untuk menampung urine. Karena kebiasaan menahan, akhirnya urine tidak keluar-keluar sehingga terjadi peningkatan tekanan di kandung kemih,” ujarnya.

Ginjal Rusak

Apabila kondisi tersebut berjalan terus-menerus, tekanan dapat menjalar ke saluran kemih bagian atas hingga mencapai ginjal. Dalam jangka panjang, perihal ini berpotensi mengganggu kegunaan ginjal.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com