Kebakaran Lahan Mendominasi Kejadian Kebakaran di Kabupaten Cirebon

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Kebakaran Lahan Mendominasi Kejadian Kebakaran di Kabupaten Cirebon Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon memadamkan kebakaran lahan.(MI/NURUL HIDAYAH)

DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon mencatat selama Juli 2026, kejadian kebakaran di Kabupaten Cirebon mencapai 77 kali kejadian.

"Dari jumlah tersebut, kebakaran lahan mendominasi dengan 54 kejadian. Kemudian disusul kebakaran rumah sebanyak 18 kejadian, toko dua kejadian, serta pabrik sebanyak tiga kejadian, " tutur Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana (PPSP) Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, Minggu (9/8).

Dia menjelaskan, ancaman kebakaran lahan bakal meningkat selama musim kemarau. Untuk itu masyarakat diminta meningkatksn kewaspadaan terhadap ancaman api di musim tandus ini.

"Kondisi lahan nan kering ditambah angin kencang rentan memicu terjadinya kebakaran lahan," tambahnya.

Untuk itu, Eno meminta kepada masyarakat nan tetap melakukan pembakaran sampah agar tidak meninggalkan api tanpa pengawasan. Warga disarankan menyediakan air alias membikin pemisah pengaman agar api tidak menjalar ke area lain.

"Kepada para pencari rumput, penggembala maupun masyarakat nan beraktivitas di lahan terbuka jangan membuang puntung rokok sembarangan," tutur Eno.


ANGKA KEBAKARAN MENINGKAT


Dijelaskan Eno nomor kebakaran sepanjang 2026, mulai Januari hingga Juli 2026 jumlahnya mencapai 168 kejadian. Jumlah ini telah melampaui total kejadian sepanjang 2025 nan tercatat sebanyak 156 kasus.
 
Lonjakan paling tinggi terjadi pada Juli 2026 dengan 77 kejadian. Dalam satu bulan tersebut, petugas pemadam kebakaran kudu menangani beragam peristiwa mulai dari kebakaran rumah, toko, pabrik, kendaraan hingga kebakaran lahan dan semak belukar

Tingginya nomor kebakaran pada Juli menjadi perhatian serius lantaran intensitas kejadian sangat tinggi. “Kita pernah menangani kebakaran sampai 14 titik dalam sehari,” lanjut Eno.

Untuk penyebab kebakaran bangunan, dia mengungkapkan mayoritas  disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik, terutama akibat instalasi listrik nan tidak memenuhi standar. Selain itu, aspek kelalaian masyarakat juga menjadi penyebab lain munculnya kebakaran.

“Untuk rumah tinggal kebanyakan dari instalasi listrik nan tidak standar,” katanya.

Eno mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama ketika hendak meninggalkan rumah.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia