KDM Sorot Bandung di Puncak Kirab Budaya Tatar Sunda, Gaungkan Kota 'Berhiber'

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Momen KDM menyampaikan pesan dan ucapan terima kasih pada penduduk nan datang di Puncak Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda di laman Gedung Sate, Kota Bandung pada Minggu (17/5). Dok. Abisatya Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Puncak Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda tidak hanya menjadi seremoni budaya, tetapi juga momentum penegasan arah penataan Kota Bandung. Sejak bergerak dari Kiara Artha Park pukul 19.30 WIB, Sabtu (16/5), hingga rangkaian aktivitas di laman Gedung Sate selesai sekitar pukul 02.30 WIB, Minggu (17/5), lautan penduduk menjadi saksi pesan kuat tentang wajah kota nan mau diwujudkan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi namalain KDM nan memimpin langsung Kirab Budaya tersebut menyampaikan pesan unik untuk Kota Bandung. Menurutnya, pembenahan kudu terlihat nyata dari perihal paling mendasar di ruang publik.

“Yang pertama unik untuk Kota Bandung, mari kita kinclongkan Bandung. Jangan ada jalan nan jelek, jangan ada trotoar nan kotor, jangan ada saluran air nan mampet, jangan ada PKL nan berantakan. Bandung kudu Berhiber. Bersih, indah, berbunga,” ujarnya di hadapan warga.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam aktivitas Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cianjur, Rabu (6/5/2026) malam. Foto: kumparan

Ia kemudian menyebut sejumlah area nan menjadi perhatian penataan. Dari arah utara hingga barat kota, kondisi kebersihan dan kerapian menjadi tolak ukur nan dia tanyakan langsung kepada warga.

“Dari mulai Lembang sampai Setiabudi sudah bersih belum? Setiabudi sampai Gedung Sate sudah bersih belum? Sukajadi sudah bersih belum?,” ucapnya, disambut jawaban "Sudah" serempak warga.

Tak hanya itu, area lain seperti Cicadas, Pasirkoja, dan Gasibu juga disebut bakal dirapikan dan diindahkan. KDM menekankan bahwa kebahagiaan penduduk Bandung lahir dari lingkungan kota nan tertata.

Isu penerangan jalan umum turut menjadi sorotan. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi ruas jalan gelap di Bandung.

“Di Bandung jangan ada jalan nan gelap. Kita penuhi semua jalan Kota Bandung dengan penerangan jalan umum,” tegasnya.

Dalam konteks kirab budaya nan membawa Mahkota Binokasih, KDM mengaitkannya dengan rencana pembangunan pelataran di setiap wilayah nan dilalui. Bandung menjadi pelataran ke-sembilan dari konsep nan telah disiapkan.

“Dari Kiara Artha Park sampai ke Gedung Sate, 2027 kita tata pelataran Pakuan Padjadjaran,” katanya.

Ragam kesenian nan ditampilkan pada Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda di Gedung Sate, Kota Bandung pada Minggu (17/5). Dok. Abisatya/kumparan. Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Ia juga menekankan pentingnya seni dan pepohonan sebagai identitas visual kota. Bandung, menurutnya, kudu dipenuhi karya seni dan ruang hijau nan indah.

Menutup sambutan, KDM menyampaikan apresiasi atas antusiasme penduduk nan memadati rute kirab sepanjang malam.

“Hari ini menjadi hari paling heboh, paling ramai, paling penuh. Dari Kiara Artha Park sampai ke Gedung Sate penuh oleh warga,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan