Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan, sayembara bagi penduduk nan membantu menangkap pelaku pemalak bakal terus dilanjutkan tanpa pemisah waktu. Menurutnya, sayembara tersebut merupakan bagian dari upaya membangun keberanian masyarakat agar tidak lagi takut menghadapi pelaku kejahatan.
Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi usai menghadiri Konferensi Pers Pengungkapan Kejahatan Jalanan dan Pemusnahan Knalpot Nonstandar, Barang Bukti Narkoba, serta Penyerahan Barang Bukti Kendaraan Bermotor di Mapolda Jawa Barat, Jumat (7/8).
Dedi mengatakan, sayembara tersebut bukan sekadar pemberian hadiah, melainkan corak apresiasi kepada masyarakat nan berperan-serta membantu abdi negara menjaga keamanan lingkungan.
"Sayembara itu tidak ada akhirnya, lantaran itu adalah reward terhadap penduduk nan punya partisipasi, memberikan support terhadap abdi negara dalam penyelesaian problem kejahatan," kata Dedi.
Ia menilai masyarakat perlu dibangkitkan keberaniannya untuk menjaga lingkungan masing-masing. Selama ini, menurutnya, rasa takut terhadap pelaku kejahatan justru membikin tindakan pidana semakin berkembang.
"Karena kita ini, masyarakat kita ini perlu dipacu adrenalinnya. Sudah lama penduduk kita ini agak tertidur, sehingga kita sekarang membangkitkan kembali semangat untuk menjaga kampung dan kemudian menjadi jawara," ujarnya.
Korban Begal di Jabar Dijamin Pemprov
Selain mendorong partisipasi warga, Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal datang memberikan perlindungan kepada korban tindak kriminal. Ia menegaskan seluruh korban pemalak maupun kekerasan tidak boleh ditolak rumah sakit meski biaya pengobatannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan.
"Saya mengambil keputusan, apalagi sudah dibuat surat info ke seluruh rumah sakit tidak boleh menolak pasien termasuk korban kekerasan. Kalau kemudian BPJS tidak menanggung, Pemprov Jabar menyiapkan anggaran nan cukup untuk mengganti biaya nan dikeluarkan," ungkapnya.
Dedi mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah banyak menerima pengaduan langsung dari masyarakat, termasuk korban pemalak nan mengalami luka berat namun kesulitan bayar biaya perawatan.
Ia juga menegaskan pemerintah bakal memberikan perhatian kepada family korban nan meninggal bumi akibat tindakan kriminal. Menurutnya, negara kudu datang memberikan perlindungan kepada family nan ditinggalkan.
Sebelumnya, dalam sambutannya pada konvensi pers tersebut, Dedi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap membiayai pengobatan seluruh korban kekerasan, termasuk korban pembegalan, penculikan, hingga perundungan. Bahkan andaikan korban meninggal bumi dan meninggalkan istri serta anak, pemerintah bakal membantu menjamin pendidikan anak-anak korban.
Dedi berambisi langkah tersebut dapat menghapus rasa takut masyarakat terhadap pelaku kejahatan sekaligus memperkuat sinergi antara penduduk dan abdi negara kepolisian dalam menciptakan Jawa Barat nan aman. Menurutnya, perang melawan pemalak bukan hanya menjadi tugas abdi negara penegak hukum, tetapi juga memerlukan keberanian dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·