Jakarta - Rumah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini sudah sibuk sejak pagi. Putri dan Hendra, pasangan suami istri, tengah menyiapkan pesanan bakso nan bakal diantarkan ke pengguna saat detikcom berjamu ke lokasi.
Namanya Profesor Bakso, upaya katering bakso Jabodetabek nan laku manis hingga disukai artis. Dapur Profesor Bakso berlokasi di Gg Abdul Rahman, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Aroma kuah bakso nan wangi dan menggugah selera memenuhi dapur tempat upaya Putri dan Hendra pagi itu. UMKM ini menyediakan katering bakso, bakso siap santap, bakso frozen hingga stan untuk aktivitas mini hingga skala besar.
Katering bakso rumahan ini dimulai sejak 2020. "Kita adanya udah lama, tapi bergulat di bagian katering unik katering bakso itu di tahun 2020. Jadi sebelumnya itu ya kita buka-buka rumah makan warung bakso kayak gitu pada umumnya," kata Hendra saat ditemui.
Kurang lebih 6 tahun sudah Putri dan Hendra menjalankan katering bakso. Berkat konsistensi dan ketekunan, Usaha ini pun sampai disukai sejumlah artis Ibu Kota, dimulai dari promosi di media sosial milik Profesor Bakso.
"Semuanya lewat media sosial ya. Dari situ aja kita bangun media sosial. Alhamdulillah, mungkin mereka tertarik dengan apa nan kita sampaikan di media sosial kita. Mereka hubungin," tutur Hendra.
"Mereka tuh punya acara, mau punya acara. Terus mereka kan searching di medsos, mereka lihat medsos kita terus coba, itu awal mulanya. Dicoba, dicoba, terus terusan jadi mulut ke mulut jadinya," imbuh dia.
Hendra menekankan pentingnya kualitas rasa dari Profesor Bakso sebelum sampai ke lidah pelanggan. Masalah ketepatan waktu hingga kepercayaan juga dijaga demi kepuasan pelanggan.
"Kualitas dari rasanya dulu, konsistensinya dulu, tepat waktu dulu, amanah dulu. Kalau itu semuanya udah kita lakuin, kelak ke sananya insyaallah orang tuh dari mulut ke mulut gitu. Jadi kenal artisnya emang dari mulut ke mulut. Jadi kan mereka ngundang, ngundang artis, artis itu nyobain, pesen," ujarnya.
Katering bakso ini dijual seharga Rp 25 ribu seporsi. Dalam sebulan, Profesor Bakso bisa menjual 4 ribu porsi
"Kita kan jualannya, seporsi 25.000. Kurang lebih 4 ribu (porsi terjual dalam sebulan)," ungkap Hendra.
Ikut Rumah BUMN BRI
Pada 2022, Profesor Bakso mengenal Rumah BUMN Jakarta, ekosistem pembinaan UMKM nan dikelola BRI untuk meningkatkan kelas para pelaku usaha. Cerita perkenalan ini dimulai dari pesanan nan masuk ke katering bakso ini.
"Kalau rumah BUMN juga itu baru sih setelah pandemi banget, mungkin 2022 lah," kata Hendra.
"Setelah pandemi kan Rumah BUMN tuh banyak ngasih kita pesanan sebenarnya. Dimulai dari pesanan-pesanan kan, beberapa... pemerintah tuh mulai nyanangin (mencanangkan, red) mesen lewat UMKM begitu, jangan lewat nan (usaha) besar-besar. Nah, mereka itu ngumpulin gitu ngedata UMKM nan mau jadi bimbingan dari mereka," beber Hendra.
Hendra mengatakan, Profesor Bakso beberapa kali diikutsertakan dalam aktivitas berkapasitas besar. Karena support ini, Profesor Bakso makin percaya diri dalam menjalankan usaha.
"Nah, itu sih ngebantu banget sih, lantaran kan dari situ kita apa ya, mulai percaya diri masarin produk, tapi enggak bayar gitu. Itu kan kayak, ya, alhamdulillah sih, kayak gitu," katanya.
Salah satu nan diingat Hendra ialah aktivitas di JIExpo akhir tahun lalu. Dalam dua hari, Profesor Bakso bisa menjual seribu porsi bakso.
"Acara di JIExpo Kemayoran. Nah, terus, kita diikutin alhamdulillah tuh 2 hari seribu porsi," sebutnya.
Di Rumah BUMN BRI, UMKM dan pelaku upaya lain mendapatkan beragam training nan sudah terjadwal. Meski demikian, Rumah BUMN BRI bisa memfasilitasi jenis training nan memang dibutuhkan UMKM untuk naik kelas dengan mengundang narasumber nan kompeten.
"Mereka juga emang punya schedule, tapi mereka juga open sih orangnya lantaran mereka anak muda juga ya, nan membangun kan anak muda," beber Hendra yang.
Rumah BUMN, katanya, juga membantu UMKM dengan pembuatan video maupun foto-foto produk hingga promosi. Menurut Hendra, ini sangat membantu UMKM.
"Dia kan promosi nan tadi, saya bilangin dia ngebantu foto, ngebantu bikin video, terus ngebantu memfasilitasi penjualan gitu. Mungkin bikin aktivitas terus kita diundang, gitu. Kalau pakai nan lain kan pakai promo, kita kudu bayar. Kalau ini kan nan promonya, kan Rumah BUMN gratis," kata dia.
Usaha katering bakso di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berjulukan Profesor Bakso. Foto: Gibran Maulana/detikcom.
Wadah UMKM Bertumbuh
Rumah BUMN Jakarta membantu UMKM bertumbuh dengan pendampingan, pelatihan, membantu akses pendanaan hingga mencari pasar. Pelatihan nan diberikan bagi UMKM bimbingan berkarakter gratis.
Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, menyebut saat ini BRI mengelola 54 Rumah BUMN sebagai wadah kerjasama dalam pembentukan ekosistem ekonomi digital UMKM untuk meningkatkan kapabilitas dan kapabilitas usaha. Bersama BRI, katanya, UMKM tak hanya tumbuh tapi juga beralih bentuk menuju ekonomi digital nan berdikari dan berkelanjutan.
"Di Rumah BUMN, para pelaku upaya alias UMKM mendapatkan training untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar," ujar Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, kepada detikcom.
Jajang menyebut Rumah BUMN Jakarta mendukung UMKM untuk naik kelas. "Setiap senyuman dari pelaku UMKM nan sukses naik kelas adalah daya bagi kami," ujarnya. (gbr/gbr)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·