Kata Prabowo yang Dibuat Pemerintah Kini Harus Dinilai 20 Tahun Lagi

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyebut penilaian atas capaian pemerintah saat ini tak semestinya dilihat dalam waktu singkat. Namun, kata Prabowo, akibat kinerjanya bisa dilihat dalam rentang waktu 10-20 tahun mendatang.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Prabowo pun menyinggung soal pembentukan Danantara.

"Kita sudah punya Danantara, dan kelak 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, ya. Masih banyak nan muda-muda, ya. Ingat, lihat, lihat tanggal, lihat tahun, Saudara bakal lihat, Saudara akan, pada saat itu Saudara bakal lihat apa nan kita buat tahun 25 (2025), tahun 26 (2026) ini," kata Prabowo dalam pidatonya.

"Jangan sekarang, jangan 29 (2029), kelak 20 tahun lagi Saudara nilai apa nan kita buat hari ini. nan kita buat adalah hal-hal nan mendasar," sambungnya.

Prabowo mengatakan sejumlah program nan sedang dijalankan merupakan langkah untuk memperkuat ekonomi nasional. Di antaranya, mulai dari swasembada pangan, stabilitas harga, pembuatan lapangan kerja, hingga penguatan biaya kedaulatan negara.

"Kita swasembada pangan sudah, kita amankan harga-harga, kita menciptakan lapangan kerja, sudah jutaan, tiga, kita punya sekarang biaya kedaulatan, sovereign wealth fund. Dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia," ujarnya.

Prabowo menyebut Indonesia saat ini juga telah mempunyai lembaga pengelola aset negara dengan nilai aset kelolaan sekitar 1.000 miliar dolar AS. Menurutnya, posisi Indonesia apalagi saat ini di atas Arab Saudi dan Singapura.

"Aset nan kita kelola sekarang 1.000 miliar dolar aset nan kita kelola, Saudara-saudara. Kita sekarang, ya 1 2 3, kita kelima. Kalau di sini kita kelima terbesar di dunia. Baru dibentuk tahun 25, 2025," ucap Prabowo.

"Abu Dhabi dibentuk tahun 1976, Tiongkok 1997, CIC dari Tiongkok juga 2007, Norwegia 1990. Norwegia nan paling besar. Negara sangat kecil, tabungannya sangat besar. Kita apalagi di atas Qatar, di atas Arab Saudi, juga di atas Singapura. Jadi, boleh juga ini negara kita, ya," tambahnya.

Lebih lanjut, Prabowo bicara mengenai akibat dan faedah program makanan bergizi cuma-cuma (MBG) bagi desa-desa. Menurutnya, sejak ada MBG dan ditambah Koperasi Desa Merah Putih duit miliaran rupiah bergerak ke desa.

"Bahwa tiap hari di desa, beredar duit 3.000 kali Rp 15 ribu, ada nan lebih ada nan sedikit, 3.000 kali Rp 15 ribu, Rp 45 juta, tiap hari. Dan di situ adalah 5 hari seminggu kali 4, 20 hari kali Rp 45 juta berfaedah Rp 900 juta tiap bulan dikali 12. 12 kali Rp 900 juta, Rp 10,8 miliar," katanya.

Dia mengatakan nomor Rp 10,8 miliar itu adalah hitungan duit nan ada di desa lantaran MBG. Dia mengatakan biaya desa memang dipakai Rp 500 juta untuk MBG, namun, katanya, duit itu 6 tahun lagi bakal kembali.

"Rp 10,8 miliar beredar di desa itu, nan tadinya sebelum ada MBG, kita kirim Rp 1 miliar biaya desa, dengan MBG, kita tambah Rp 10 miliar. Kita pakai dulu duit biaya desa Rp 500 juta, tapi 6 tahun bakal kembali," katanya.

Prabowo menyebut selain adanya perputaran duit miliaran rupiah, produsen di desa juga ikut 'kecipratan' manfaat. Dia mengatakan para peternak dan pedagang dari desa bisa merasakan faedah dari MBG.

"Saudara-saudara, satu desa Rp 10,8 miliar beredar di situ, artinya nan tanam ikan lele bisa dijual, nan tanam bawang merah bisa terjual, nan bikin tempe bisa terbeli, nan jual telur bisa, semua produsen di desa itu hidup, dan kita bisa patahkan biaya logistik, nggak usah jauh-jauh ke pasar, pasarnya ada di desanya sendiri," katanya.

"Ini adalah akibat dari MBG, sekian ratus triliun bakal beredar di desa-desa, kabupaten-kabupaten, jika kita pakai nan mereka katakan kudu pasar bebas neoliberal, pasar bebas di mana modal besar nan bakal berkuasa, uangnya rakyat bakal tersedot, berangkat-berangkat ujungnya ke luar negri, uangnya kelebihannya nggak masuk ke kita," imbuhnya.

Prabowo meyakini MBG dan Kopdes Merah Putih bisa membangkitkan ekonomi. Meskipun, dia mengakui memang ada sejumlah masalah nan dihadapi.

"Saudara-saudara, MBG ditambah Koperasi Desa Merah Putih, ini bakal membangkitkan ekonomi kita," imbuhnya.

(fas/fas)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News