Jelang Puncak Haji 2026, Petugas Brebes Survei Tenda Arafah dan Mina

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Jelang Puncak Haji 2026, Petugas Brebes Survei Tenda Arafah dan Mina Tim Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes saat mensurvei pasilitas tempat tidur di tenda Mina, Makkah.(MI/Dok. PHD Brebes)

MENJELANG puncak ibadah haji alias Armunza, Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah melakukan survei letak tenda arafah (No 58) dan Mina (Zona 5) berbareng syarikah, ialah pihak Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) nan ditunjuk. Survei dilakukan untuk mematangkan kesiapan tenda jemaah.

Hal itu disampaikan petugas PHD Kabupaten Brebes, Azmi Asmuni Majid, kepada MediaIndonesia.com, langsung dari Tanah Suci Mekah Almukaromah, pada Sabtu (16/5/2026) malam. 

“Survei dilakukan untuk memastikan kapabilitas tenda sudah mencukupi alias belum, dan sudah dilengkapi dengan manifestv nama maktab untuk mempermudah penempatan jemaah, apa belum,” ujar Azmi Majid.

Azmi Majid menyebut tenda jemaah Indonesia sudah dilengkapi dengaan pendingin  udara (AC), kasur , bantal, dan selimut untuk kenyamanan selama wukuf.

“Termasuk pasokan air untuk toilet dan tempat wuddhu dipastikan mengalir deras. Tenda juga dilengkapi toilet unik bagi jemaah lanjut usia,” terang Azmi Majid.

Azmi Majid juga melaporkan kondisi jemaah, dimana dilaporkan bahwa seorang jemaah atas nama Mubarokatul Adawiyah nan sebelumnya sepekan dirawat di Klinik King Abdul Aziz, sudah kembali ke hotel lantaran kondisi kesehatannya mulai membaik.

“Tapi ada juga seorag jemaah atas nama Siska tetap dirawat di RS Al Noor Specialist Hospital Mekkah lebih dari seminggu. Dan satu jemaah lagi atas nama Masjuki, masuk tanggal 16 Mei awal hari jam 01.10 WAS  ke RS Al Noor Specialist Hospital dalam rangka perawatan penyakit jantung nyeri dada ,” jelas Azmi Majid.

Menurut Azmi Majid jemaah secara umum terpantau dapat melaksanakan salat di Masjidil Haram dan di hotel. Sebagian jemaah ada nan melakukan umroh dengan berangkat secara pribadi maupun dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

“Kami petugas selalu menjaga komunikasi dengan jemaah nan melaksanakan umroh. Ada memang beberapa jemaah nan  sakit ringan tapi dapat diatasi oleh tim Kloter,” jelasnya. 

Azmi Majid menambahkan jika pihaknya juga bekerja-sama dengan PPIH Kloter melakukan Kegiatan pengontrolan konsumsi pada jemaah, visitasi jemaah dan pemeriksaan pada jemaah nan memerlukan. 

“Edukasi minum dan jaga kesehatan serta jaga kebersamaan selama prosesi penyelenggaraan umroh juga terus digalakkan agar mengurangi insidensi dehidrasi nan rawan terutama untuk lansia dan menghindari potensi terjadinya jameah tersesat.  Termasuk dukasi tentang pentingnya Nusuk (platform resmi dari Pemerintah Arab Saudi)  yang seperti nyawanya identitas haji,” pungkasnya. (Z-2)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia