Sejumlah pendiri dan pentolan grup Cherrybelle belakangan tengah aktif bersuara perihal salah seorang sikap mantan personel mereka. Meski tak menyebut siapa personel nan dimaksud, namun publik banyak mengaitkannya dengan sosok Sarwendah.
Menanggapi perihal itu, Anisa Rahma selaku mantan personel tak mau terlalu banyak berkomentar. Soal didepaknya Sarwendah saat itu dari Cherrybelle, menurut Anisa murni keputusan dari manajemen. Sebagai personel pun dirinya tak bisa terlalu ikut campur.
"Kalau attitude saya nggak bisa bilang. Maksudnya gini, setiap orang kan pasti ketika ada masalah mungkin keluar ya emosinya entah apanya gitu kan ya," ujar Anisa Rahma kepada wartawan di area Senayan, Jakarta.
"Nah, tapi di sini saya sih melihatnya mungkin pada saat di Cherrybelle bagi nan ngebentuk ya, bagi manajemen itu mungkin punya pertimbangan lah kenapa akhirnya sampai memutuskan untuk mengeluarkan Wendah. Tapi itu manajemen sih nan lebih punya hak," sambungnya.
Sebagai personel, Anisa mengatakan dia dan personel lain tentu tak bisa berkomentar apa pun soal keputusan duit diambil manajemen. Menurutnya seluruh keputusan diambil demi kepentingan Cherrybelle secara umum.
"Kalau waktu itu nggak sih, lebih bukan minta persetujuan tapi lebih ke menyatakan. ‘Gini loh, kita sekarang punya keputusan seperti ini, kalian siap ya, kelak bakal ada nan kita keluarin’," ucap Anisa.
"Dan kita nggak bisa buat apa-apa, kita kayak, 'Oh gitu, yah berfaedah kurang personel dong,’ lebih kayak gitu, pasrah aja. Karena semuanya manajemen nan atur sih,” imbuhnya.
Disinggung argumen apa nan mendasari manajemen akhirnya mendepak Sarwendah, Anisa tak bisa menyampaikan detail. nan pasti saat itu prosesnya berjalan sangat sigap dan tanpa melibatkan personel Cherrybelle.
"Ya, hal-hal nan sebenarnya mungkin nggak bisa diceritain di sini kali ya. Cepat banget waktu itu. Cepat banget ya," kata Anisa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·