Kasus Pembunuhan Tupac Shakur: Duane Keffe D Davis Hadapi Persidangan di Las Vegas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Duane Keffe D Davis Hadapi Persidangan di Las Vegas Tersangka dalam pembunuhan Tupac Shakur, Duane "Keffe D" Davis, menghadiri hari pertama pemilihan juri untuk persidangan pembunuhan sang bintang hip hop.(AFP/DAVID BECKER)

TIGA dasawarsa telah berlalu, namun kabut misteri, teori konspirasi, dan kemarahan nan menyelimuti kematian superstar rap Tupac Shakur belum juga reda. Penembakan drive-by pada 7 September 1996 tidak hanya mengubah lintasan sejarah hip-hop, tetapi juga mengangkat posisi Tupac dari sekadar ikon aliran menjadi legenda budaya global.

Setelah bertahun-tahun tanpa tersangka, titik terang muncul pada 2023 ketika Duane "Keffe D" Davis secara mengejutkan didakwa atas pembunuhan sang rapper.

Mantan bos geng berumur 63 tahun tersebut sekarang bersiap menghadapi persidangan di Las Vegas dengan tuduhan pembunuhan menggunakan senjata mematikan demi kepentingan geng kriminal.

Kronologi Malam Berdarah di Las Vegas

Peristiwa nan merenggut nyawa Tupac bermulai dari sebuah pertandingan tinju antara Mike Tyson dan Bruce Seldon di MGM Grand. Ketegangan meningkat pascapertandingan ketika Tupac dan rombongannya, nan dikaitkan dengan geng Mob Piru Bloods, menyerang Orlando Anderson, personil geng rival South Side Compton Crips.

Sekitar tiga jam setelah kejadian di MGM Grand, Tupac nan berada di bangku penumpang BMW milik Suge Knight ditembaki oleh penumpang sebuah Cadillac putih. Tupac terkena empat tembakan dan dinyatakan meninggal dunia, enam hari kemudian.

Waktu/Tahun Peristiwa Penting
7 September 1996 Tupac Shakur ditembak di Las Vegas setelah menonton tinju.
13 September 1996 Tupac Shakur dinyatakan meninggal dunia.
1998 Orlando Anderson (keponakan Keffe D) tewas dalam penembakan lain.
2019 Duane "Keffe D" Davis merilis memoar Compton Street Legend.
2023 Keffe D ditangkap dan didakwa atas pembunuhan Tupac.
Agustus 2026 Persidangan dimulai dengan argumen pembuka dijadwalkan 17 Agustus.

Bukti Kunci: Memoar nan Menjadi Senjata Makan Tuan

Kasus rumit ini nyaris sepenuhnya berjuntai pada satu bukti utama: kitab memoar nan ditulis berbareng oleh Davis berjudul Compton Street Legend (2019).

Dalam kitab tersebut, Davis menyatakan berada di dalam mobil Cadillac saat penembakan terjadi dan mengaku sebagai orang nan "melemparkan" senjata ke bangku belakang.

Namun, sekarang Davis dan tim pembelanya berdasar bahwa isi kitab tersebut telah dibumbui alias difiksionalisasi demi untung komersial.

"Saya tidak menulis kitab itu. Penulis gambaran (ghost writer) nan menulisnya," ujar Davis dalam wawancara terbaru dengan Fox 5.

Rivalitas East Coast vs West Coast

Persidangan ini diprediksi bakal mengungkap kembali persaingan mematikan antara label rekaman Death Row Records (milik Suge Knight) dan Bad Boy Records (milik Sean "Diddy" Combs). Meskipun Tupac lahir di New York (East Coast), dia menjadi wajah West Coast setelah berasosiasi dengan Death Row.

Davis juga sempat melontarkan klaim kontroversial bahwa Diddy menawarkan Rp15,7 miliar (asumsi kurs saat ini untuk $1 juta) untuk menghabisi Tupac dan Suge Knight. Namun, Diddy, nan saat ini sedang menjalani balasan penjara 50 bulan atas kasus lain di New York, telah berulang kali membantah keterlibatan apa pun dalam kematian Tupac.

Saksi-Saksi Penting

Jaksa telah merilis daftar lebih dari 200 calon saksi, termasuk:

  • Keluarga Tupac Shakur.
  • Suge Knight (Mantan CEO Death Row Records).
  • Oscar Goodman (Mantan Wali Kota Las Vegas).
  • Greg Kading (Mantan Detektif LAPD).

Pengacara Shaun Kent menyebut persidangan ini sebagai "Super Bowl bagi para master hukum". Jika terbukti bersalah, Davis menghadapi ancaman balasan penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Catatan: Duane "Keffe D" Davis telah mengaku tidak bersalah. Persidangan bakal menentukan apakah pengakuannya di masa lampau adalah kebenaran nan tertunda alias sekadar fiksi komersial.

(bbc/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia