Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak (paling kanan).(MI/Yoseph Pencawan)
POLRESTABES Medan mencatat lonjakan kasus narkoba nan ekstrem sepanjang semester pertama 2026. Jumlah perkara nan diungkap naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode nan sama tahun lalu, dengan area Jermal menjadi titik utama operasi penindakan.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, pihaknya sukses mengungkap 997 perkara narkotika. Angka ini melonjak 117% alias bertambah 538 kasus dibandingkan semester pertama 2025.
"Pengungkapan kasus meningkat tajam, diikuti dengan penangkapan 1.211 orang nan diduga terlibat jaringan peredaran hingga penyalahgunaan narkoba," terangnya, Kamis (11/6).
Saat ini, lanjut dia, area Jermal menjadi prioritas utama Polrestabes Medan dalam program Gerebek Sarang Narkoba (GSN). Hingga pertengahan tahun, abdi negara telah melakukan 14 kali penyergapan di wilayah tersebut.
Sebanyak 23 gedung nan diduga kuat menjadi lapak transaksi narkoba sudah dibongkar. Namun, polisi menghadapi tantangan "kucing-kucingan" di lapangan.
Aparat menemukan sejumlah gedung liar kembali didirikan di letak nan sama alias bergeser ke titik baru di area tersebutsetelah dilakukan pembongkaran. Total, kepolisian telah melakukan 102 aktivitas penindakan GSN di beragam letak rawan sepanjang tahun ini.
Adapun lonjakan pengungkapan kasus dibarengi dengan kenaikan drastis jumlah peralatan bukti nan disita. Polisi mengamankan 231 kilogram sabu (naik 79%), 54 kilogram ganja (naik 15%), serta 2.200 butir Happy Five (naik 24%), serta 93 ribu butir ekstasi.
Pada perkembangan terkini, Polrestabes Medan sekarang mewaspadai tren baru, ialah peredaran narkoba dalam corak cairan rokok elektrik (vape). Sebanyak 3.000 pot vaping liquid mengandung unsur terlarang disita, sebuah modus nan sebelumnya tidak ditemukan pada 2025.
Operasi Antik 2026 nan berjalan selama 21 hari turut mendongkrak capaian ini, dengan menyumbang 164 perkara dan 195 tersangka. Termasuk penyitaan 1.900 pot cairan vape berbahan etil metil.
Tidak hanya menyasar area pemukiman, kepolisian juga mulai membidik jaringan narkoba di tempat intermezo malam di Medan. Calvijn menyebutkan, saat ini pihaknya tengah mendalami keterlibatan Phantom KTV dalam dugaan peredaran narkoba.
"Pemberantasan narkotika adalah prioritas utama kami. Kami bakal terus menutup pusat-pusat aktivitas peredaran narkoba untuk menciptakan lingkungan nan kondusif bagi masyarakat Medan," tegasnya. (YP)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·