Niko Prayoga
, Jurnalis-Senin, 04 Mei 2026 |10:06 WIB

Kasus Meninggalnya Dokter Internship, Alarm Keras Kegagalan Sistem Pendidikan Kedokteran RI (Foto: Tangkapan layar)
JAKARTA - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) memberikan pernyataan sikap mengenai kasus meninggalnya dokter internship nan tengah menjadi sorotan banyak pihak saat ini. Kasus terbaru adalah meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi.
dr. Myta Aprilia adalah seorang master internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, nan viral lantaran diduga tetap tetap bekerja meski dalam kondisi sakit.
Dalam pernyataan sikapnya, MGBKI menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dipandang remeh apalagi sebelah mata dan dinilai sebagai kejadian individu. Mereka menilai, kasus meninggalnya master internship ini kudu menjadi peringatan terhadap gagalnya sistem dalam pendidikan kedokteran.
"Peristiwa meninggalnya master ini tidak boleh dipandang semata sebagai kejadian individual, melainkan kudu ditempatkan sebagai sirine keras terhadap kemungkinan adanya kegagalan sistem dalam tata kelola pendidikan kedokteran, supervisi klinis, keselamatan kerja, dan perlindungan peserta pendidikan," demikian pembuka pernyataan sikap resmi dari MGBKI.
Menurut mereka, master internship bukanlah tenaga kerja murah nan kudu dibebani dengan tanggung jawab besar dan dilepas begitu saja tanpa pendampingan serta agunan keselamatan.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·