sepeda motor listrik(dok.Imoto)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan peluncuran motor listrik nasional (molinas) dan ekosistem pendukungnya sebagai salah satu contoh penerapan konsep "Indonesia Incorporated" melalui kerjasama perusahaan swasta, BUMN, bumi usaha, dan akademisi.
Konsep "Indonesia Incorporated" nan dimaksud Prabowo merujuk pada semangat menyatukan beragam kekuatan di dalam negeri untuk bekerja berbareng membangun ekonomi dan keahlian nasional, dengan melibatkan golongan nan kuat hingga nan lemah.
“"Hari ini adalah menurut pendapat saya salah satu contoh nan baik dari apa nan saya sebut Indonesia Incorporated," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada aktivitas peluncuran motor listrik nasional dan ekosistem pendukung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Prabowo menyampaikan apresiasi kepada beragam unsur nan terlibat dalam pengembangan motor listrik nasional, mulai dari perusahaan swasta, BUMN, pengusaha, wirausaha hingga bumi akademis.
Menurut Presiden, kerjasama tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan beragam unsur dalam membangun kekuatan ekonomi dan teknologi nasional.
"Di sini saya mau ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari bumi akademis nan menghasilkan para master nan merupakan inti daripada research and development dari Litbang," ujar Presiden.
Prabowo menambahkan keberhasilan suatu bangsa pada era modern ditentukan antara lain oleh keahlian dalam menguasai sains dan teknologi serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung kehidupan bangsa.
Kepala Negara mengatakan kerjasama antara pemerintah, bumi usaha, dan akademisi krusial untuk membangun keahlian nasional dalam menguasai teknologi sekaligus mengembangkan industri dalam negeri.
"Hari ini saya membujuk kalian Indonesia Incorporated. Kita kudu jadi satu. nan kuat, nan menengah, nan agak menengah, dan nan lemah kudu bersatu," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi kepada sejumlah pengusaha nan datang dalam aktivitas tersebut, ialah Anindya Novyan Bakrie, James Tjahaja Riady, Wishnu Wardhana, dan Hapsoro Sukmonohadi, nan disebutnya sebagai "pejuang-pejuang ekonomi".
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan molinas bukan sekadar peluncuran satu merek alias satu model kendaraan, melainkan bakal dikembangkan sebagai ekosistem nasional.
Ekosistem tersebut bakal meliputi pengembangan industri dan manufaktur, komponen dan baterai, prasarana pengisian daya dan penggantian baterai, pembiayaan, distribusi, jasa purnajual hingga penguatan penyerapan pasar.
PT Len Industri bakal berkedudukan sebagai integrator utama untuk mengorkestrasi kerjasama para pemangku kepentingan dalam pengembangan ekosistem tersebut.
Prasetyo mengatakan pembangunan ekosistem ini diharapkan dapat memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok dalam negeri serta membuka kesempatan pembuatan lapangan kerja dan keterlibatan UMKM serta koperasi.
"Pada saat nan sama, pengembangan motor listrik bakal diarahkan untuk mendukung ketahanan daya melalui pengurangan ketergantungan terhadap BBM dan peningkatan pemanfaatan daya listrik," ucap Prasetyo dalam pernyataan tertulis, Kamis. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·