Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia menghabiskan biaya hingga sekitar USD 30 miliar setiap tahun untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Jika menggunakan dugaan kurs Rp 17.855 per USD, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 535,65 triliun.
Prabowo menyampaikan perihal itu saat peluncuran Motor Listrik Nasional dan ekosistem pendukungnya. Menurut dia, besarnya pengeluaran untuk BBM menjadi salah satu argumen pemerintah mendorong penggunaan kendaraan dan peralatan berbasis listrik.
“Kita mengirim duit US Dollar untuk BBM kita melampaui kadang-kadang USD 30 miliar. Antara USD 28 sampai USD 30 miliar, bener Menteri ESDM? Tiap tahun, USD 30 miliar,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Dengan rentang tersebut, pengeluaran Indonesia untuk BBM setara sekitar Rp 499,94 triliun hingga Rp 535,65 triliun per tahun berasas kurs Rp 17.855 per USD.
Prabowo menilai ketergantungan terhadap daya dari luar negeri membikin Indonesia rentan terhadap beragam gejolak global. Karena itu, pemerintah mau mengurangi penggunaan daya berbasis bahan bakar minyak dan memperbesar pemanfaatan sumber daya domestik.
“Kita berkeinginan ini kita kurangi. Dengan Solar sekarang B50 kita sudah mengurangi, apalagi harusnya kita tidak impor lagi diesel dari luar. Tapi tetap tergantung beberapa daya dari luar,” ujarnya.
Selain penerapan B50, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap daya impor. Prabowo menyebut pemerintah bakal mengembangkan penggunaan CNG sebagai pengganti LPG serta memperbesar kapabilitas pembangkit listrik tenaga surya.
“Kita bakal segera tukar LPG menjadi CNG, dan kita juga bakal membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 Gigawatt. Dan ini kudu kita laksanakan dalam 4 tahun, tapi tahun ini saja sasaran kita adalah 30 Gigawatt tahun ini saja,” katanya.
Dalam sektor transportasi, Prabowo menilai penggunaan kendaraan listrik dapat menjadi salah satu langkah untuk menekan pengeluaran masyarakat sekaligus mengurangi konsumsi BBM. Pemerintah pun menargetkan kendaraan listrik tidak hanya digunakan untuk sepeda motor, tetapi juga mobil, bus, hingga traktor.
“Jadi saudara-saudara, dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai daya utama, kita bakal lebih aman, kita bakal lebih sejahtera,” tutur Prabowo.
Prabowo juga menyebut pemerintah bakal menyiapkan skema pembiayaan nan lebih murah untuk masyarakat nan mau beranjak ke kendaraan listrik. Salah satu kebijakan nan disiapkan adalah penurunan kembang angsuran dan penghapusan duit muka.
“Kita bakal turunkan apa itu? Bunga. Bunga angsuran kita turunkan untuk rakyat! Kemudian kita usahakan tidak pakai DP!” kata dia.
Menurut Prabowo, penggunaan motor listrik juga berpotensi memberikan penghematan biaya operasional bagi masyarakat dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
“Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak gitu, minimal 50 persen, apalagi bisa sampai 70 persen di ujungnya,” ujarnya.
Pemerintah saat ini juga menyiapkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik dalam negeri. Prabowo mengatakan pembangunan ekosistem tersebut diarahkan agar produksi mobil listrik Indonesia dapat dilakukan dalam skala besar paling lambat pada 2028.
Ia berambisi pengembangan kendaraan listrik nasional dapat memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengurangi kebutuhan Indonesia terhadap daya dari luar negeri.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·