Makassar, CNN Indonesia --
Kasus Kepala SMP Negeri 2 Bonggakaradeng Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) nan melarang siswi mengenakan jilbab di area sekolah berhujung damai.
Kepsek SMP Negeri 2 Bonggakaradeng, Naomi menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka di hadapan orang tua, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh kepercayaan serta Kepala Dinas Pendidikan Toraja.
"Saya minta maaf kepada orang tua siswa dan juga kepada siswa saya. Sekali lagi saya minta maaf nan sedalam-dalamnya. Saya hanya manusia biasa nan tidak luput dari masalah," kata Naomi, Jumat (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naomi berjanji tidak bakal mengulang perbuatannya dan memastikan kejadian seperti itu tidak bakal terulang kembali.
"Saya berjanji tidak bakal mengulanginya lagi. Saya tidak bakal berbual seperti itu lagi," ujarnya.
Pemeriksaan tetap jalan
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Andarias Lebang mengatakan bahwa kepsek tersebut tetap bakal menjalani pemeriksaan sebagai ASN, meski telah menyampaikan permintaan maafnya dan diproses sesuai patokan andaikan terbukti melanggar ketentuan.
"Yang berkepentingan telah menyampaikan permohonan maafnya, tapi bukan berfaedah proses selesai disini. Kepsek sebagai PNS tetap mempunyai sistem kepegawaian nan kudu dijalani sesuai ketentuan nan berlaku," kata Andarias.
Andarias memastikan bahwa proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Bonggakaradeng tetap melangkah dengan normal dan mengingatkan tidak terjadi lagi perundungan alias bullying terhadap siswi maupun pihak lainnya akibat kejadian itu.
"Kejadian ini kudu menjadi pembelajaran semua pihak agar tidak terulang kembali," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan FKUB Tana Toraja, Pdt Yakob Sampe Rante mengatakan Tana Toraja merupakan wilayah nan dikenal mempunyai nilai toleransi nan tinggi, sehingga masyarakat kudu tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.
"Toraja dikenal sebagai miniatur Indonesia. Karena itu, nilai-nilai toleransi kudu tetap dijaga, termasuk di lingkungan pendidikan agar seluruh anak dapat belajar dengan kondusif dan nyaman," kata Yakob.
(mir/dal)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·