
Anak flu. (Foto: Freepik)
KASUS influenza A merupakan salah satu jangkitan saluran pernapasan nan mudah menular. Kini, kasus tersebut pun tengah mengalami peningkatan terhadap anak-anak.
Di Surabaya, misalnya, sejumlah rumah sakit melaporkan meningkatnya pasien dengan keluhan nan mengarah pada influenza. Direktur Utama RS Husada Utama Surabaya menyebut ruang perawatan anak dan instalasi darurat gawat di rumah sakit tersebut sempat penuh dalam sepekan terakhir, dengan kebanyakan pasien merupakan anak-anak.
Lantas, muncul pertanyaan soal kapan sebaiknya anak kudu dibawa ke rumah sakit saat alami flu, termasuk influenza A? Pasalnya, rupanya anak nan terinfeksi influenza A tidak selalu kudu menjalani perawatan di rumah sakit.
1. Kapan Anak Harus Dibawa ke Rumah Sakit?
Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA(K), dalam aktivitas Morning Zone di Youtube Okezone menjelaskan, sebagian anak dengan kondisi ringan tetap dapat menjalani perawatan di rumah. Terlebih, tidak semua kasus influenza A berkembang menjadi kondisi berat.
Anak umumnya tetap dapat dirawat di rumah andaikan kondisinya relatif baik. Orangtua dapat memandang apakah anak tetap aktif, mau bermain, makan dan minum, serta tetap bisa berinteraksi dan berkomunikasi seperti biasa.
Kondisi pernapasan juga menjadi salah satu parameter penting. Selama napas anak tidak sigap dan tidak terlihat tarikan pada tembok dada ketika bernapas, orang tua dapat melakukan pemantauan di rumah.
“Jadi lantaran tadi ini sangat menular. Sebagian apalagi jika sudah divaksin, gejalanya tidak bakal seberat jika dia belum divaksin, maka tentu tidak semuanya kudu dirawat di rumah sakit,” ujar dr. Yogi.
“Saat ini saja rumah sakit banyak nan penuh ya. Susah kita mencari ruang perawatan. Tapi kapan tetap boleh dirawat di rumah? Tentu jika anaknya tetap aktif, tetap mau main. Masih mau makan, minum gitu ya. Kemudian napasnya tuh enggak cepat. Enggak ada tarikan tembok dada. Masih bisa berinteraksi, komunikasinya oke. Apalagi jika pas demamnya turun,” lanjutnya.
2. Waspadai Sesak dan Napas Cepat
Salah satu tanda ancaman utama pada influenza A adalah gangguan pernapasan. Orangtua perlu memperhatikan apakah anak bernapas lebih sigap dari biasanya alias tampak mengalami sesak.
Untuk memandang adanya penggunaan otot bantu napas, busana anak dapat dibuka. Dengan begitu, aktivitas dada dan perut terlihat lebih jelas.
Tarikan tembok dada dapat terlihat di sela-sela iga maupun pada area antara dada dan perut ketika anak bernapas. Jika gangguan pernapasan semakin berat dan kadar oksigen menurun, bibir alias bagian dalam mulut anak dapat terlihat kebiruan. Kondisi ini merupakan tanda ancaman nan memerlukan pertolongan medis segera.
“Nah, tapi juga kudu hati-hati. Orangtua nan paling krusial adalah memantau tanda bahaya. Apa saja itu? Pertama lantaran dia menyerangnya saluran pernapasan, tentu tanda ini adalah tanda sesak ya. Napasnya cepat,” jelas dr. Yogi.
“Kemudian jika pas napasnya sigap itu, kita coba buka bajunya dan kita lihat apakah ada penggunaan otot bantu napas. Jadi secara kasat mata kita bakal memandang ada tarikan nih. Misalnya di sela-sela iga alias antara dada dengan perut ya. Kalau bisa, jika misalnya sampai mengalami sesak dan kadar oksigennya turun, bakal terlihat bibirnya itu alias bagian businya terlihat kebiruan,” lanjutnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·