Karhutla Melanda, Kemensos Jaga Fisik dan Psikis Siswa Sekolah Rakyat

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) nan memicu kabut asap di Kalimantan Tengah turut menjadi perhatian serius Kementerian Sosial. Instansi ini proaktif menjaga kesehatan dan kondisi psikologis para siswa Sekolah Rakyat di wilayah terdampak.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin. Kemensos menerjunkan tim unik untuk menghadirkan jasa kesehatan secara langsung sejak 27 hingga 31 Agustus 2026.

Pelaksanaan program ini melibatkan empat perawat dari Tim Kesehatan BBPPKS Banjarmasin serta satu master Crisis Center Kementerian Kesehatan. Rombongan medis ini berkeliling mengunjungi Sekolah Rakyat di Palangka Raya, Gunung Mas, Kotawaringin Timur, dan Katingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap kunjungan diisi dengan pemberian edukasi, pemeriksaan fisik, hingga penyaluran vitamin dan obat-obatan. Tim medis juga meninjau pondok untuk memantau langsung para siswa nan sedang terbaring sakit. Hasil pemeriksaan ini kemudian dilaporkan kepada pihak sekolah guna penanganan medis lanjutan jika diperlukan.

Plt Kepala BBPPKS Banjarmasin Imam Imaduddin Hamdan menegaskan komitmen lembaganya dalam mendampingi golongan rentan. Aksi turun langsung ini dinilai krusial di tengah memburuknya kualitas udara.

"Kegiatan ini merupakan corak kehadiran dan kepedulian pemerintah untuk memastikan anak-anak Sekolah Rakyat mendapatkan perhatian secara utuh, terlebih di tengah kondisi Karhutla nan berakibat pada lingkungan dan kesehatan," ujar Imam pada keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

Perhatian Kemensos rupanya tidak hanya terbatas pada pemeriksaan kondisi bentuk para siswa. Tim di lapangan turut berupaya keras menciptakan suasana ceria guna memberikan support psikologis. Rangkaian aktivitas medis ini sengaja diselingi dengan metode play therapy dan ice breaking.

Imam apalagi sempat memandu langsung sesi ice breaking di hadapan ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Gunung Mas. Permainan ringan ini ditujukan agar anak-anak dapat sejenak melepas ketegangan.

"Kami mau anak-anak tetap merasa aman, diperhatikan, dan mendapatkan dukungan. Kesehatan bentuk dan kondisi psikologis mereka sama-sama penting, lantaran keduanya mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak," kata Imam.

Ia menambahkan, musibah Karhutla membikin pemahaman literasi kesehatan dasar menjadi sangat mendesak. Anak-anak dibekali pengetahuan untuk mengenali kondisi tubuhnya sendiri saat mulai merasakan keluhan.

"Harapannya, anak-anak tetap sehat, tetap bisa belajar dengan baik, dan tidak kehilangan semangat meskipun berada dalam situasi lingkungan nan kurang ideal. Pemerintah datang untuk memberikan support sesuai kebutuhan mereka," ujarnya.

Dedikasi tim Kemensos ini rupanya mendapat apresiasi manis dari para penerima manfaat. Salah seorang siswa Sekolah Rakyat Gunung Mas berjulukan Wanda Cantika menuliskan secarik surat ucapan terima kasih dengan tangannya sendiri.

Dalam surat tersebut, Wanda mengaku dirinya merasa "sangat bahagia" lantaran mendapat kunjungan dan support obat-obatan dari para petugas. Rasa syukurnya dituangkan melalui pesan penutup nan sangat tulus kepada tim.

"Kami mengucapkan terima kasih nan sebesar-besarnya," tulis Wanda dalam surat tersebut.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑