Ilustrasi(Dok BPBD Sumedang)
Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Jawa Barat terus meluas seiring berlangsungnya musim kemarau. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 22 kabupaten dan kota dari total 27 wilayah di Jawa Barat telah terdampak musibah tersebut.
Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengungkapkan bahwa total luas lahan nan terbakar telah mencapai 425,87 hektare. Sebaran kebakaran ini mencakup 215 desa dan kelurahan nan tersebar di 121 kecamatan.
"Karhutla di Jawa Barat sudah terjadi di 22 kabupaten dan kota. BPBD Jabar mencatat total jumlah kejadiannya sudah mencapai 193 peristiwa," ujar Hadi Rahmat, Kamis (10/9).
Wilayah dengan Kejadian Terbanyak
Berdasarkan info BPBD Jabar, Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan gelombang kejadian karhutla tertinggi, ialah sebanyak 24 kali. Diikuti oleh Kabupaten Bandung dengan 22 peristiwa, Kabupaten Subang 20 kejadian, dan Kabupaten Majalengka sebanyak 18 kali.
Namun, jika dilihat dari sisi luas area nan terdampak, Kabupaten Majalengka menempati urutan pertama dengan kerusakan lahan mencapai 53,66 hektare. Wilayah lain dengan akibat luasan nan signifikan meliputi:
- Kabupaten Sukabumi: 53,30 hektare
- Kabupaten Subang: 40,53 hektare
- Kabupaten Sumedang: 37,10 hektare
Imbauan Kewaspadaan
Mengingat musim tandus nan tetap berlangsung, BPBD Jawa Barat meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna menekan akibat munculnya titik api baru. Hadi menekankan pentingnya peran aktif penduduk dalam menjaga lingkungan sekitar.
"BPBD Jabar berambisi penduduk terus meningkatkan kewaspadaan dengan tidak melakukan pembakaran sampah alias membuang puntung rokok sembarangan," tegas Hadi.
Data Karhutla Jawa Barat (Hingga 10 September 2026):
| Total Kejadian | 193 Peristiwa |
| Total Luas Terdampak | 425,87 Hektare |
| Wilayah Terdampak | 22 Kabupaten/Kota |
English (US) ·
Indonesian (ID) ·