Kebakaran taman nasional di Gunung Bromo.(MI/Faishol Taselan)
KEBAKARAN Hutan dan Lahan (karhutla) nan terjadi secara beruntun di tiga area taman nasional memicu reaksi keras dari parlemen. Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menegaskan bahwa kondisi ini kudu menjadi sirine serius bagi pemerintah untuk mengevaluasi total sistem mitigasi nan ada.
Johan menilai persoalan ini bukan lagi sekadar teknis pemadaman di lapangan, melainkan kesiapan sistem pencegahan dalam menghadapi musim kemarau. Ia mengapresiasi kerja petugas di lapangan, namun mempertanyakan efektivitas penemuan awal dan koordinasi antarinstansi.
"Pemerintah perlu mengevaluasi apakah sistem penemuan dini, patroli, kesiapan personel, peralatan, sumber air, hingga koordinasi antarinstansi sudah betul-betul melangkah efektif," ujar Johan saat dihubungi, Minggu (9/8).
Politikus tersebut merinci tiga langkah mendesak nan kudu diambil pemerintah. Pertama, memprioritaskan pemadaman dan isolasi titik api pada ekosistem rentan agar tidak meluas. Kedua, meningkatkan status kesiapsiagaan di seluruh area konservasi akibat tinggi dengan memantau hotspot secara real time.
Langkah ketiga adalah investigasi menyeluruh setelah api terkendali. Johan menekankan pentingnya mencari tahu penyebab pasti kebakaran, apakah lantaran aspek alam, kelalaian manusia, aktivitas wisata, alias unsur kesengajaan nan memerlukan tindakan norma tegas.
Selain itu, Johan meminta Kementerian Kehutanan melakukan audit kesiapsiagaan karhutla di seluruh taman nasional, terutama di wilayah rawan. Audit ini mencakup kecukupan personel, sarana prasarana, akses titik rawan, hingga kesiapan anggaran.
"Jangan sampai kita mempunyai pola nan sama setiap musim tandus ialah kebakaran terjadi, kita sibuk memadamkan, kemudian setelah padam persoalannya selesai," tegasnya.
Ia mendorong perubahan paradigma dari sekadar memadamkan api (fire fighting) menjadi pencegahan (fire prevention). Hal ini krusial lantaran kerusakan di area konservasi berakibat pada kediaman satwa dan ekosistem nan memerlukan waktu sangat lama untuk pulih. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·