Polri telah mengirimkan 247,66 ton support logistik untuk penduduk terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikirim dari Mabes Polri maupun sejumlah Polda untuk kemudian disalurkan ke wilayah terdampak.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan pengedaran support bakal terus didorong hingga kebutuhan masyarakat di pengungsian terpenuhi.
"Kemudian sampai saat ini kami telah mengirimkan 247,66 ton support logistik. Dan support ini juga tentunya kita harapkan bisa membantu campuran dari Mabes dan Polda-Polda nan ada dan kami bakal terus sorong sampai dengan kebutuhan terpenuhi," kata Sigit saat meninjau pengungsian di Reo, Manggarai, NTT, Selasa (19/8).
Sigit mengatakan support nan dikirim mencakup kebutuhan masyarakat di letak pengungsian. Polri juga terus melakukan pertimbangan untuk menentukan kebutuhan nan kudu segera didistribusikan.
"Yang jelas memang kita minta maaf bahwa mungkin di kondisi nan ada ini memang ada proses nan agak terlambat lantaran memang mengenai dengan masalah jalur, kemudian juga barang-barang nan baru saja tiba," kata dia.
"Namun demikian mudah-mudahan apa nan menjadi harapan, apa nan menjadi keluhan dari masyarakat nan mengungsi termasuk apa saja nan dibutuhkan segera bisa dipenuhi," lanjutnya.
Selain support logistik, Polri mengerahkan 236 personel ke wilayah NTT untuk membantu proses evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga trauma healing.
Sementara itu, berasas info BNPB per Senin (17/8), tercatat sedikitnya 68 orang meninggal bumi akibat gempa 7,7 magnitudo nan mengguncang NTT. Gempa susulan juga tetap dirasakan di sejumlah wilayah, khususnya Manggarai, NTT.
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·