Kapolri Cerita Tolak Titipan Masuk Akpol, Tegaskan Integritas Polri

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan rekrutmen taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dilakukan dengan transparan. Meski begitu, Jenderal Sigit menceritakan bahwa dirinya menerima pesan singkat melalui WA (WA) nan meminta support agar calon tertentu diloloskan dalam seleksi Akpol.

Hal itu disampaikan Jenderal di aktivitas Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Kompolnas Tahun Anggaran 2026 di area Ancol, Jakarta Utara. Dia menekankan Polri berkomitmen untuk pembenahan internal, salah satunya mengenai rekrutmen Taruna Akpol.

"Saat ini kita terus melakukan perbaikan terhadap pengawasan rekrutmen Polri, khususnya Akpol," kata Jenderal Sigit, Rabu (10/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolri menegaskan bahwa era 'titip-menitip' sudah berakhir. Dia memastikan tidak ada lagi kuota unik dalam proses rekrutmen demi menjaga integritas reformasi Polri.

"Saya minta maaf kepada rekan-rekan di sini, minta maaf barangkali ada nan putra-putranya masuk Akpol, kami tidak bisa melakukan banyak untuk membantu lantaran memang sudah menjadi komitmen kita saat itu untuk tidak ada lagi kuota unik dari Kapolri," tegas Jenderal Sigit.

Dia menyebut bahwa Asisten SDM Kapolri, Irjen Anwar menjadi salah satu orang paling pusing saat musim rekrutmen tiba. Hal ini dikarenakan pengumuman hasil seleksi saat ini berkarakter final dan tidak bisa diubah-ubah lagi.

"Jadi tiap hari Pak Anwar ini selalu saya marahi, 'kok selalu tetap ada nan WA saya minta agar anaknya bisa diloloskan di tahap berikutnya, sementara Pak Anwar sudah mengumumkan'. Saya pikir jangan-jangan nan menyuruh anak buahnya Pak Anwar ini nan suruh WA saya," kelakar Jenderal Sigit.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam aktivitas Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Kompolnas Tahun Anggaran 2026 di area Ancol, Jakut (Rumondang/detikcom)Kapolri menegaskan rekrutmen taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dilakukan dengan transparan dan akuntabel (Rumondang/detikcom)

Mantan Kabareskrim ini mengungkapkan bahwa 'titipan' tersebut datang dari beragam pihak, mulai dari pejabat hingga mantan ketua Polri. Namun, dia memilih untuk bersikap tegas dan menolak semua permintaan tersebut demi menjaga integritas institusi.

Jenderal Sigit mengaku lebih baik dimarahi pihak nan hendak menitip lulus Akpol daripada merusak sistem nan sedang dibangun Polri. Langkah ini diambil untuk membuktikan kepada publik bahwa lembaga Polri serius dalam berbenah.

"Risikonya ya kita lebih baik dimarahi. Tapi mudah-mudahan ini nan kita lakukan bukan lantaran kita tidak mau bantu, tapi ini bagian dari upaya kita untuk mau menunjukkan bahwa lembaga Polri saat ini sedang berbenah untuk menjadi lebih baik," tutur Sigit.

Komitmen Seleksi Akpol Transparan-Akuntabel

Diberitakan sebelumnya, As SDM Kapolri Irjen Anwar menegaskan bahwa rekrutmen Apol melangkah secara ahli dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH). Seluruh peserta dipastikan mempunyai kesempatan nan sama tanpa adanya keistimewaan.

"Yang selalu saya sampaikan dan saya ulangi kembali, bahwa rekrutmen ini menggunakan prinsip BETAH, ialah bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Semua peserta mempunyai kesempatan nan sama," kata Irjen Anwar melalui keterangannya, Senin (8/6).

Anwar menjelaskan saat ini tahapan seleksi telah memasuki pemeriksaan kesehatan tahap II (Rikkes II) nan berjalan pada 5-6 Juni 2026. Sebanyak 513 peserta nan terdiri dari 468 laki-laki dan 45 wanita dinyatakan lulus menuju tahap tersebut.

Dia juga menekankan bahwa tahun ini Polri hanya membuka satu pintu masuk, ialah melalui jalur reguler nasional. Sistem gugur diberlakukan secara ketat di setiap tahapan seleksi.

"Tidak ada nan namanya kuota khusus, jalur prestasi, jalur titipan, perlakuan spesial ataupun kuota tambahan. Kelima perihal tersebut saya sampaikan tidak ada," ujar Anwar.

Anwar memastikan Polri berkomitmen dalam proses seleksi terbebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Karena itu, pengawasan ketat dilakukan baik dari internal maupun pihak eksternal.

"Akpol Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur ialah jalur reguler nasional. Tidak ada jalur lain alias kuota lainnya seperti kuota khusus, kuota Mabes, maupun kuota tambahan lainnya," tegasnya.

Simak juga Video 'Pengacara Korban Ungkap Awal Mula Adly Fairuz Terseret Dugaan Penipuan Catut Akpol':

(ond/jbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News