Jakarta, CNN Indonesia --
Pelaku penyiksaan terhadap wanita berinisial YTR (29), Taufiq Hidayat mempunyai beragam langkah untuk menyembunyikan tindakan penyiksaannya di bilik kos selama nyaris tiga tahun.
Menurut istri penjaga kos Istri penjaga kos, Mulyati, pintu bilik kos nan ditempati Taufiq Hidayat dan YTR selalu tertutup rapat. Diakui Mulyati, penduduk beberapa kali mendengar bunyi tumbukan keras nan belakangan diduga berangkaian dengan penyiksaan nan dialami korban di Kamar kos nan terletak di area Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat itu, tidak ada seorang pun nan menyangka bahwa wanita berinisial YTR (29) tersebut sedang mengalami kekerasan berat di dalam bilik kos nan dihuni berbareng Taufik Hidayat (30).
Di mata penduduk sekitar, bilik kos itu justru terlihat sepi. Korban nyaris tidak pernah terlihat keluar, sementara Taufik lebih sering beraktivitas seorang diri. Istri penjaga kos, Mulyati, mengatakan selama berbulan-bulan tinggal di letak tersebut, korban nyaris tidak pernah terlihat berinteraksi dengan penunggu lain.
"Pelaku suka ke luar kosan untuk beli nasi alias keluar sejenak juga selalu dikunci. Takut ada orang alias feeling siapa-siapa masuk ke kosan," ujar Mulyati saat ditemui di lokasi, seperti dikutip detikJabar, Selasa (23/6).
Menurut Mulyati, Taufik selama ini selalu mempunyai penjelasan ketika ditanya mengenai kondisi wanita nan tinggal bersamanya. Ia mengaku korban mengalami gangguan penglihatan dan memerlukan operasi mata.
"Iya dia suka telaah pasangannya. Dia bilang sakit matanya mau operasi di RS. Cuma kudu pakai BPJS dan kudu ada duit Rp10 juta. Katanya istrinya itu kondisi matanya minus 17, jadi mata nggak lihat dari mini dan bilangnya orang tua ceweknya itu di Jawa," katanya.
Meski tidak pernah mendengar jeritan alias permintaan tolong dari dalam kamar, Mulyati mengaku ada satu perihal nan sering membuatnya bertanya-tanya, ialah bunyi tumbukan keras nan berulang kali terdengar dari kembali tembok bilik kos tersebut.
"Enggak pernah terdengar (suara jeritan), hanya terdengar batuk si pelaku keras. Kan dia suka sakitnya batuk terus. Suara wanita alias rintihan enggak ada alias minta tolong. Suara pukulan alias tendangan ke tembok sering kedengaran," ucapnya.
Suara itu apalagi beberapa kali membikin penunggu dan penjaga kos penasaran. Namun setiap kali ditanya, Taufik selalu memberikan jawaban nan membikin situasi terlihat normal.
"Tapi ibu datangi gak ada apa-apa. Kalau ibu dengar bunyi begitu mungkin ibu juga sudah berprasangka mungkin langsung minta pertolongan dan diselidiki," ujar Mulyati.
Selama tinggal di kos tersebut, Taufik mengaku bekerja sebagai debt collector dan berasal dari wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung. "Iya kerjanya debt collector. Terus ngakunya orang Nagreg. Istrinya katanya enggak dipedulikan keluarga," beber Mulyati.
Menurutnya, Taufik juga dikenal mempunyai temperamen nan mudah meledak. Dalam beberapa kesempatan, dia apalagi menunjukkan perilaku garang kepada orang-orang di sekitarnya.
"Suka tempramen, tiba-tiba ngajak berantem. Om buka pintu mau keluar. Resa mau tidur kaget. Tiap lenyap mabuk minta diantar ambil duit alias bakso tahu dan lain-lain," katanya.
Momen terakhir nan paling diingat Mulyati adalah ketika korban dibawa ke rumah sakit pada awal Juni lalu. Saat itu, kondisi korban sudah sangat memprihatinkan hingga kudu dipapah keluar kamar.
"Kan pas mau ke rumah sakit minjem kerudung ke ibu. Didandanin lama. Grab nunggu lama. Grab mobil tanggal 9 Juni. Terus dibopong oleh pelaku. Muka tutupi si cewek. Mobil mundurin sampe gerbang. Pak Resa (penjaga kos) ikut dalam mobil pelaku di belakang. Pelaku naik motor ikutin dari belakang," katanya.
"Enggak usah Ipey (panggilan Taufik Hidayat) aja di motor. Enggak tahu dia nggak mau berdampingan alias gimana," ujar Mulyadi menambahkan.
Baca buletin selengkapnya di sini.
(detik/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·