Kapolres Bekasi Pernah Diminta Sony Sonjaya Bantu soal SPPG di Cirebon

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni membantah tudingan nan menyebut dirinya terlibat dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan sedang diselidiki Kejaksaan Agung.

"Saya tegaskan bahwa saya tidak mempunyai keterlibatan apa pun dalam dugaan penyimpangan program MBG maupun aktivitas di lingkungan Badan Gizi Nasional," kata Sumarni dikutip Antara di Cikarang, Kamis (11/6).

Sebelumnya, nama Sumarni muncul dalam unggahan viral di media sosial nan memuat daftar pihak nan disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar itu mencantumkan sejumlah nama politisi, pejabat hingga abdi negara penegak hukum.

Sumarni mengaku hanya pernah menjalin komunikasi dengan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengenai permohonan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.

"Saya pernah diminta tolong oleh nan berkepentingan untuk membantu pembuatan SPPG di lingkungan pondok pesantren wilayah Cirebon. Itu saja, tidak ada nan lain," ujarnya.

Dia menyatakan komunikasi nan terjalin dengan Sony Sonjaya hanya sebatas pembahasan usulan pendirian unit jasa dapur SPPG dan tidak pernah menyentuh persoalan proyek maupun keuangan.

"Cuma komunikasi saja. Banyak pihak dan banyak tokoh nan katanya bakal diberikan SPPG. Tapi pada akhirnya juga tidak terealisasi," katanya.

Ia menjelaskan sejumlah pihak nan sebelumnya dijanjikan bakal mendapatkan program SPPG sempat menyampaikan keluhan lantaran tidak ada kejelasan realisasi dan atas dasar itu dirinya menghubungi Sony Sonjaya untuk meminta penjelasan.

"Saya mengobrol dan obrolan dengan beliau, minta izin Jenderal, minta tolong untuk SPPG lantaran banyak nan merasa hanya di-PHP. Itu saja. Tidak ada bayar-membayar. Saya tidak dibayar, saya juga tidak bayar dan tidak mendapatkan untung apa pun," ujarnya.

Sumarni kembali menepis rumor nan menyebut dirinya terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi tata kelola MBG.

"Enggak betul itu. Saya tidak ada terlibat korupsi di BGN. Dulu saya hanya minta support untuk Pondok Pesantren Buntet agar bisa didirikan SPPG," kata dia.

Kejaksaan Agung tetap mendalami keterangan sejumlah pihak mengenai dugaan penyimpangan tata kelola program MBG.

Penyidik juga menelusuri nama-nama nan disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya nan sekarang telah berstatus tersangka.

(antara/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional