Jakarta -
Tes keahlian akademik (TKA) SMP sudah melangkah sejak 6 April 2026 kemarin. Kegiatan ini bakal berjalan hingga tanggal 16 April mendatang.
Bersumber dari akun IG BSKAP Kemendikdasmen (@litbangdikbud), hasil TKA SMP bakal diumumkan pada tanggal 26 Mei 2026. Ini rincian jadwalnya.
- Pelaksanaan Utama:
- SMP: 6-16 April 2026
- SD: 20-30 April 2026 - Pelaksanaan Susulan: 11-19 Mei 2026
- Pengolahan Hasil: 20-24 Mei 2026
- Pengumuman Hasil: 26 Mei 2026
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Format Sertifikat Hasil TKA
Peserta TKA bakal menerima hasil berupa nilai dan kategori capaian nan ditetapkan secara nasional. Murid dari jalur umum dan nonformal nan telah mengikuti TKA berkuasa memperoleh sertifikat hasil TKA.
Sertifikat hasil TKA diterbitkan oleh Kementerian. Sertifikat hasil TKA diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan dapat diterjemahkan ke dalam bahasa asing sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Adapun sertifikat hasil TKA paling sedikit mencakup:
- Nomor sertifikat hasil TKA;
- Nama dan nomor pokok Satuan Pendidikan asal;
- Nama dan nomor pokok Satuan Pendidikan pelaksana;
- Nama komplit peserta TKA;
- Tempat dan tanggal lahir peserta TKA;
- Nomor induk siswa nasional peserta TKA;
- Nilai dan kategori capaian TKA; dan
- Tanggal, bulan, dan tahun terbit sertifikat.
TKA Tidak Menentukan Kelulusan
Melansir laman resmi Kemendikdasmen, TKA tidak menentukan kelulusan dan tidak wajib. TKA bermaksud untuk memahami kondisi capaian akademik murid.
"TKA bukan ujian kelulusan dan tidak berkarakter wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah," demikian keterangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.
Selain itu, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menambahkan bahwa TKA dirancang sebagai perangkat pemeriksaan nasional untuk membaca keahlian akademik siswa secara lebih adil, kontekstual, dan berkelanjutan.
"Data TKA menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan titik akhir. Hasilnya bakal digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar," kata Toni.
"Seluruh proses asesmen bakal dilaksanakan berbasis komputer dengan memperhatikan kesiapan prasarana dan kondisi daerah. Mekanisme penyesuaian bakal disiapkan untuk mengantisipasi hambatan teknis di lapangan," tutur Toni.
(kny/imk)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·