Sebuah kapal tunda (tugboat) tenggelam di perairan Busan, Korea Selatan, Rabu (2/9). Dari delapan awak nan berada di kapal tersebut, dua di antaranya merupakan penduduk negara Indonesia (WNI).
Satu WNI berumur 53 tahun sukses diselamatkan setelah kapal tunda berjulukan TNS Catcher terbalik. Sementara satu WNI lainnya tetap dalam pencarian berbareng lima awak kapal lainnya.
Mengutip The Korea Herald, TNS Catcher nan berbobot 286 ton terbalik sekitar pukul 13.29 waktu setempat alias 11.29 WIB, sekitar 9 kilometer sebelah tenggara Oryukdo, Busan.
Kapal tersebut membawa delapan awak nan terdiri atas enam penduduk Korea Selatan dan dua penduduk Indonesia. TNS Catcher sebelumnya berangkat dari dermaga kapal pemerintah di Pelabuhan Busan sekitar pukul 10.15 waktu setempat untuk menarik sebuah kapal niaga nan sebelumnya mengalami kecelakaan.
Sekitar 20 menit setelah kapal terbalik, seorang WNI berumur 53 tahun sukses diselamatkan oleh kapal niaga nan berada di sekitar lokasi. Kondisinya dilaporkan tidak menakut-nakuti jiwa.
Sementara itu, seorang awak kapal berkewarganegaraan Korea Selatan ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kapal nan terbalik. Dia dievakuasi oleh penjaga pantai Korea Selatan dan dibawa ke rumah sakit, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Enam awak lainnya tetap hilang, termasuk satu WNI.
Penjaga Pantai Korea Selatan mengerahkan 13 kapal patroli dan penyelamat, pesawat, serta unit penyelamat unik untuk mencari para awak nan hilang. Angkatan Laut Korea Selatan, kapal pemerintah, dan kapal sipil juga diminta membantu operasi pencarian.
Upaya pencarian terkendala kondisi laut. Gelombang di sekitar letak mencapai 1-1,5 meter, sedangkan angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 4-6 meter per detik.
TNS Catcher kemudian tenggelam sepenuhnya sekitar pukul 15.27 waktu setempat, alias sekitar dua jam setelah kapal terbalik. Kapal tersebut tenggelam di perairan dengan kedalaman sekitar 87 meter.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memerintahkan seluruh sumber daya nan tersedia dikerahkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan.
Pemerintah Kota Busan juga menggelar rapat darurat dan mengaktifkan pusat penanggulangan bencana. Pemerintah setempat turut menyiapkan jasa translator darurat bagi penduduk negara asing nan terdampak kecelakaan.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·