Kekeringan ekstrem menyingkap buntang kapal uap berumur 113 tahun di Sungai Sava, Serbia, nan tenggelam tiga kali sejak era Perang Dunia II.
Bangkai kapal uap nan dibangun lebih dari 100 tahun lampau pada masa Kekaisaran Austro-Hungaria muncul ke permukaan Sungai Sava di Serbia. Bangkai kapal tersebut terlihat setelah kekeringan berkepanjangan menyebabkan permukaan air sungai turun hingga mencapai rekor terendah. (REUTERS/Marko Djurica)
Warga setempat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengunjungi buntang kapal. Sejumlah orang apalagi terlihat melangkah di sekitar kapal dan menggelar piknik di area nan biasanya tertutup air. (REUTERS/Marko Djurica)
Kapal tunda berkekuatan uap itu dibangun pada 1913 di Budapest dengan nama "Vag". Kapal tersebut kemudian berganti nama menjadi "Slovenac" dan mempunyai sejarah panjang serta dramatis selama Perang Dunia II. (REUTERS/Marko Djurica)
Profesor sejarah Aleksandar Zivoti mengatakan kapal tersebut sempat dikuasai dan digunakan oleh Nazi Jerman sebelum tenggelam pada 1944. Bangkai kapal kemudian diangkat oleh pihak musuh dari Yugoslavia, tetapi kembali tenggelam tidak lama setelahnya. (REUTERS/Marko Djurica)
Kapal itu kembali diangkat dari sungai dan digunakan oleh pasukan Yugoslavia hingga minggu-minggu terakhir perang. Namun, kapal tersebut akhirnya menabrak ranjau dan tenggelam untuk ketiga kalinya sekaligus menjadi nan terakhir. (REUTERS/Marko Djurica)
Menurut Zivoti, bagian-bagian kapal sebenarnya kerap terlihat ketika permukaan Sungai Sava surut. Namun, kekeringan ekstrem tahun ini membikin bagian buntang kapal nan muncul jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya, termasuk bagian interiornya. (REUTERS/Marko Djurica)
Musim panas nan sangat panas dan kering menyebabkan sebagian besar wilayah Eropa Tengah dilanda kekeringan nan memecahkan rekor. Penurunan drastis permukaan air sungai tidak hanya menyingkap buntang kapal, tetapi juga reruntuhan dan sejumlah peledak nan belum meledak. (REUTERS/Marko Djurica)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·