Ilustrasi(Dok Istimewa)
UNIVERSITAS Khairun (Unkhair) melalui aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat terus mendorong penguatan ekonomi imajinatif generasi muda di Kota Ternate. Salah satunya dilakukan melalui program berjudul “Penguatan Daya Saing Sentra Kewirausahaan Pemuda di Ternate melalui Inovasi Produk Edukatif Berbasis Etnofisika.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan berbareng Sentra Kewirausahaan Pemuda Kreatora, sebuah golongan pemuda di Kota Ternate nan bergerak dalam produksi dan pemasaran merchandise berbasis wisata, sejarah, dan budaya lokal.
Program ini datang sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing produk mitra, khususnya melalui pengembangan merchandise nan tidak hanya mempunyai nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai edukatif serta mengangkat identitas budaya lokal Ternate.
Ketua tim pelaksana, Aji Saputra, M.Pd., menjelaskan bahwa Kota Ternate mempunyai kekayaan sejarah dan budaya nan sangat besar untuk dikembangkan menjadi sumber penemuan dalam industri ekonomi kreatif.
“Potensi budaya dan sejarah lokal tidak hanya dapat dipromosikan melalui aktivitas pariwisata, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk imajinatif nan mempunyai nilai tambah. Melalui program ini, kami mencoba mengintegrasikan unsur budaya lokal dengan konsep fisika dalam corak produk merchandise edukatif,” ujarnya.
Sebelum penyelenggaraan program, mitra telah memproduksi beragam jenis merchandise seperti kaos, tumbler, dan gantungan kunci. Namun, tetap terdapat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan dalam penemuan desain, konsistensi kualitas produk, proses produksi nan tetap berjuntai pada pihak lain, serta pemanfaatan pemasaran digital nan belum optimal.
Melalui program pengabdian ini, tim Universitas Khairun memberikan serangkaian training dan pendampingan kepada mitra. Kegiatan tersebut meliputi training kreasi menggunakan aplikasi Canva, training sablon DTF untuk produk kaos, pencetakan tumbler, pembuatan gantungan kunci, pengemasan produk, hingga pemasaran melalui platform e-commerce.
Tidak hanya memperoleh keahlian baru, mitra juga didorong untuk mengembangkan produk nan mempunyai karakter berbeda dari merchandise pada umumnya. Konsep etnofisika menjadi salah satu penemuan utama dalam pengembangan produk. Unsur-unsur budaya dan sejarah lokal Ternate dipadukan dengan konsep-konsep fisika secara kontekstual sehingga menghasilkan kreasi merchandise nan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mempunyai nilai edukatif.
Produk hasil pengembangan tersebut diterapkan pada beragam jenis merchandise, seperti kaos, tumbler, dan gantungan kunci. Dengan pendekatan tersebut, produk diharapkan dapat menjadi media untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus mengenalkan konsep fisika kepada masyarakat secara lebih dekat dan menarik.
Selain penguatan pada aspek produk, program ini juga memberikan perhatian pada peningkatan keahlian pemasaran digital. Mitra diberikan training untuk memanfaatkan e-commerce sebagai salah satu kanal pemasaran baru.
Melalui training tersebut, peserta belajar mengelola toko digital, mengunggah produk, menyusun penjelasan produk, menggunakan foto produk nan menarik, hingga mengelola pesanan.
Hasil sementara aktivitas menunjukkan adanya peningkatan keberdayaan mitra pada sejumlah aspek. Pada bagian produksi, mitra sekarang mempunyai keahlian nan lebih berdikari dalam melakukan proses pencetakan produk. Sementara pada aspek pemasaran, mitra memperoleh keahlian baru dalam memanfaatkan e-commerce sebagai sarana untuk memperluas jangkauan konsumen.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan program, tim pengabdian juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung produksi kepada mitra. Peralatan tersebut meliputi mesin cetak DTF, press kaos, oven, dan press tumbler. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·