'Kampung Hilang' di Bendungan Karian Sempat Jadi Tempat Syuting Film Horor

Sedang Trending 39 menit yang lalu
Jakarta -

Kampung Somang nan tenggelam kembali muncul di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak. Kampung tersebut rupanya pernah menjadi letak syuting movie seram Jembatan Shiratal Mustaqim.

Salah satu penduduk sekitar, Maman, menyebut syuting dilakukan antara akhir 2024 alias awal 2025. Saat itu, air waduk sebenarnya telah menenggelamkan sebagian rumah di Kampung Somang.

"Bendungan juga sempat disurutkan sedikit untuk syuting film," ujar Maman, Rabu (29/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam movie nan disutradarai Bounty Umbara itu, Kampung Somang nan kondisinya memang sudah hancur digambarkan sebagai wilayah nan diterjang tsunami.

Maman menyebut banyak penduduk sekitar waduk di Kecamatan Sajira nan terlibat sebagai kru film. Mulai dari figuran hingga tim teknis memanfaatkan tenaga penduduk setempat.

"Lampunya dipasang di atas," kata Maman sembari menunjuk jejak menara masjid berwarna hijau nan sekarang sudah rusak.

Sementara itu, Jumaidi mengaku dulu bekerja sebagai penjaga keamanan selama syuting berlangsung. Ia bercerita, banyak penduduk sekitar nan antusias mau memandang proses pengambilan gambar movie seram tersebut.

"Siang malam syuting, nyaris sebulan," ujarnya.

Ia pun menyebut banyak penduduk lokal nan ikut berkedudukan sebagai hantu. "Seram pokoknya, tempatnya juga sudah seram," katanya.

Saat mendatangi letak pada Rabu (29/7), rakit menjadi satu-satunya akses penduduk untuk berjalan dari dan menuju wilayah Rangkasbitung.

Rumah-rumah di kampung ini sudah tidak beratap, dan beberapa bagian temboknya mulai roboh. Kampung Somang sekarang sepenuhnya tak berpenghuni.

Kampung ini dulunya merupakan permukiman padat penduduk. Jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya tampak sangat berdempetan.

Jika masuk ke dalam sisa-sisa bangunan, tata letak ruangan seperti dapur alias bilik mandi tetap terlihat jelas bentuknya.

Meski ramai diperbincangkan di media sosial, Kampung Somang tidak banyak dikunjungi oleh penduduk dari luar Kecamatan Sajira. Kebanyakan orang nan berada di letak saat ini adalah penduduk dari kampung-kampung sekitar.

(aik/maa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News