Kalbar Perpanjang Status Tanggap Darurat Asap Karhutla hingga 20 September

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) memperpanjang status tanggap darurat musibah asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Status tersebut diperpanjang hingga 20 September 2026.

"Status Tanggap Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla bakal diperpanjang terhitung mulai tanggal 7 sampai dengan 20 September 2026," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar Krisantus Kurniawan dilansir Antara, Kamis (10/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan perpanjangan dilakukan lantaran operasi penanganan dan pendinginan karhutla tetap berlangsung. Penanganan dilakukan Satgas Darat dan Satgas Udara.

Krisantus mengatakan pihaknya juga menyiapkan support anggaran untuk menangani akibat karhutla dan kekeringan. Salah satunya melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung mobilisasi personel, penyediaan dan pengedaran logistik, pemenuhan kebutuhan air bersih, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat nan terdampak bencana," kata dia.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kubu Raya memperpanjang status tanggap darurat bencana. Hal itu lantaran prediksi musim tandus nan tetap berjalan hingga pertengahan Oktober 2026.

"Kami telah melaksanakan rapat pertimbangan dihadiri beberapa lembaga termasuk BMKG. Kami pertimbangan satu per satu dan diperkirakan sampai pertengahan Oktober 2026 ini tetap bakal terjadi kemarau," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kubu Raya Yusran saat memimpin rapat pertimbangan di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu.

Yusran Anizam mengatakan keputusan itu diambil usai pemerintah wilayah melakukan pertimbangan berbareng sejumlah instansi. Termasuk, juga berbareng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dia menilai perpanjangan status tanggap darurat menjadi dasar pemerintah wilayah untuk mengoptimalkan penanganan akibat kemarau. Khususnya, kata dia, pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Selain itu, Pemkab Kubu Raya juga memfokuskan penanganan karhutla melalui pemadaman titik api nan tetap ditemukan di sejumlah wilayah.

"Meski jumlah titik api telah jauh berkurang, petugas dan relawan tetap melakukan pemantauan serta upaya pemadaman untuk mencegah kebakaran kembali meluas," tuturnya.

(amw/idh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News