Ramdani Bur
, Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2026 |00:05 WIB

Malut United kalah 0-2 dari PSIM Yogyakarta di Super League 2025-2026. (Foto: Media Malut United)
PELATIH Malut United, Hendri Susilo, mengkritisi keputusan wasit nan memberi kartu merah kepada sang pemain, Wbeymar Angulo. Eks pembimbing Sriwijaya FC itu blak-blakan tak puas dengan penjelasan wasit nan memimpin pertandingan.
Dalam laga tersebut, Laskar Kie Raha -julukan Malut United- kudu bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-45+6 setelah wasit menganggap Wbeymar Angulo melakukan pelanggaran handsball di kotak penalti.
Hendri Susilo mengkritisi keahlian wasit di laga PSIM Yogyakarta vs Malut United. (Foto: Media Malut United)
“Saya mempertanyakan keputusan wasit nan memberikan kartu merah kepada Angulo. Saya tidak puas dengan penjelasan pihak pengadil mengenai keputusan tersebut,” kata Hendri Susilo dalam konvensi pers pascalaga.
“Masalah muncul setelah wasit memberikan kartu merah. Cederanya Tyronne tak berpengaruh terhadap game plan kami lantaran kami tetap mempunyai opsi di bangku cadangan,” kata Hendri Susilo.
1. Pemain Malut United Berjuang Maksimal
“Pemain sudah berjuang memberikan perlawanan setelah kami bermain dengan 10 pemain. Namun, hasil belum sesuai harapan. Sekarang tugas kami bangkit pada laga Berikutnya.”
Demikian pernyataan perwakilan pemain Malut United, Angga Saputro, dalam sesi konferesi pers usai laga pekan ke-32 Super League 2025-2026 kontra PSIM Yogyakarta pada Minggu 10 Mei 2026.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·