KAI Logistik Angkut 3,6 Juta Ton Barang per Kuartal I, Didominasi Batu Bara-BBM

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pekerja menata boks berisi kiriman peralatan ke dalam gerbong kereta api di Stasiun Jakarta Gudang, Jakarta Utara, Sabtu (15/1). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Anak upaya PT KAI (Persero), KAI Logistik, mencatat volume pikulan peralatan mencapai sekitar 3,6 juta ton. Angka ini naik 24 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa sepanjang tiga bulan pertama, operasional upaya tetap melangkah secara optimal meski di tengah momentum beberapa hari libur nasional nan berdekatan.

”Pencapaian sebesar 3,6 juta ton tersebut didominasi oleh lini pikulan batu bara dengan volume mencapai 2 juta ton. Kontribusi signifikan lainnya berasal dari jasa pra dan purna BBM/BBK sebanyak 769 ribu ton, jasa peti kemas sebesar 663 ribu ton, pikulan semen dan limbah B3 sekitar 74 ribu ton, serta jasa pengiriman peralatan ritel sebesar 18.671 ton," ujar Yuskal dalam keterangannya, Rabu (22/4).

Pertumbuhan signifikan terjadi pada jasa pikulan peti kemas, nan mengalami peningkatan sebesar 24 persen dibandingkan periode nan sama pada tahun 2025. Volume pikulan peti kemas naik dari 535 ribu ton menjadi 663 ribu ton pada kuartal I 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh beragam langkah penemuan strategis nan telah diimplementasikan perusahaan untuk meningkatkan keandalan layanan.

video story embed

Kinerja positif KAI Logistik ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia pada laporannya nan menempatkan sektor transportasi dan pergudangan sebagai lapangan upaya dengan pertumbuhan tertinggi pada kisaran 10,8 persen hingga 11,6 persen (yoy). Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, mempertegas peran vital sektor logistik dalam mendukung konektivitas nasional.

"Pencapaian pada kuartal I ini merupakan bukti nyata dari ketangguhan operasional perusahaan dalam merespons kebutuhan pasar nan dinamis. Kami terus berfokus pada penemuan jasa dan optimasi kapabilitas angkut untuk memastikan setiap segmen upaya memberikan kontribusi terukur bagi penguatan rantai pasok nasional, sejalan dengan visi besar perusahaan dalam menyediakan solusi logistik terintegrasi," jelasnya.

Seiring dengan konsentrasi pemerintah dalam memperkuat struktur industri manufaktur nan ditargetkan tumbuh 5,51 persen pada tahun 2026 . KAI Logistik juga memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam pemenuhan kebutuhan rantai pasok. Saat ini, sekitar 11 persen pedoman pengguna KAI Logistik berasal dari industri manufaktur. Untuk mendukung sektor ini, perusahaan tengah merampungkan rencana penambahan kapabilitas angkut pada jasa pikulan kereta api peti kemas nan bakal segera dieksekusi dalam waktu dekat.

Selain sektor industri, pertumbuhan volume juga tercatat pada sektor ritel melalui jasa Kalog Express nan tumbuh sebesar 27 persen. Volume pengiriman pada kuartal I 2026 mencapai 18.671 ton, meningkat dari 14.649 ton pada periode nan sama tahun lalu. Capaian ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar dengan membidik penambahan 70 titik jasa ritel baru di sepanjang tahun 2026.

“KAI Logistik bakal selalu berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi nan andal dan berkelanjutan. Melalui peningkatan kapasitas, penemuan layanan, serta ekspansi jaringan operasional, perusahaan optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026 sekaligus berkontribusi lebih besar dalam mendukung efisiensi pengedaran dan daya saing ekonomi nasional,” tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan