KAI Larang ‘Liga Aspal’, Pramono Anung Siapkan Lapangan Alternatif

Sedang Trending 45 menit yang lalu
Lokasi pertandingan Liga Aspal, turnamen sepak bola anak-anak U-13 nan digelar di jalanan Kampung Menteng Jaya, RW 08, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan lapangan pengganti bagi “Liga Aspal” di Menteng Jaya, Jakarta Pusat, setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) melarang penggunaan lahan di sisi rel kereta untuk bermain sepak bola.

Pramono mengatakan, pihaknya menghormati keputusan KAI lantaran area tersebut merupakan kewenangan perusahaan.

“Yang berikutnya lapangan Liga Aspal. Ini kan kewenangan sepenuhnya sebenarnya di KAI. Saya sangat menghormati apa nan menjadi kebijakan KAI,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8).

Namun, menurutnya, kebutuhan ruang olahraga bagi masyarakat, khususnya anak-anak, tetap kudu difasilitasi pemerintah.

“Tetapi gimana pun anak-anak di Jakarta ini kan juga butuh sarana untuk olahraga. Maka saya sudah memutuskan untuk RPTRA Borobudur maupun Lapangan Sepak Bola Borobudur nan tidak jauh dari tempat itu kami bakal sempurnakan, bakal kami izinkan digunakan. Kalau memang Liga Aspal tidak bisa digunakan lagi, mereka bisa memakai lapangan itu,” ujarnya.

Pramono mengungkapkan, saat ini Jakarta mempunyai sekitar 47 akomodasi lapangan sepak bola. Dari jumlah tersebut, 14 merupakan stadion, sedangkan sekitar 33 lainnya merupakan lapangan nan tersebar di tengah masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung foto berbareng dengan Gubernur Bali I Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa usai pertemuan di Balai Kota, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Ia telah memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan kualitas sejumlah akomodasi olahraga tersebut agar lebih mudah dimanfaatkan warga.

“Beberapa saya sudah perintahkan untuk dilakukan penyempurnaan agar masyarakat bakal lebih mudah untuk bisa berolahraga,” ucapnya.

Secara khusus, Pramono memastikan RPTRA Borobudur dan Lapangan Sepakbola Borobudur bakal menjadi pengganti bagi “Liga Aspal” andaikan lahan nan selama ini mereka gunakan tidak lagi dapat dipakai.

“Tetapi secara unik untuk nan di Liga Aspal, lantaran memang KAI sudah memutuskan itu, maka salah satu pengganti nan kami lakukan adalah menggunakan RPTRA Borobudur alias Lapangan Borobudur boleh digunakan untuk Liga Aspal tadi,” katanya.

KAI Larang Lahan Dipakai ‘Liga Aspal’

Lokasi pertandingan Liga Aspal, turnamen sepak bola anak-anak U-13 nan digelar di jalanan Kampung Menteng Jaya, RW 08, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menegaskan area Right of Way (ROW) alias ruang milik jalur kereta api tidak boleh digunakan untuk bermain sepak bola maupun aktivitas masyarakat lainnya.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan seluruh area di sisi jalur rel merupakan bagian dari prasarana perkeretaapian nan diperuntukkan bagi operasional, pemeliharaan, inspeksi, serta pengembangan prasarana.

Menurutnya, berasas hasil kajian keselamatan, aktivitas olahraga maupun aktivitas masyarakat di area tersebut mempunyai akibat tinggi terhadap pemain, penonton, hingga perjalanan kereta api.

“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Area ROW adalah ruang milik jalur kereta api nan hanya diperuntukkan bagi kepentingan operasional perkeretaapian, termasuk pemeliharaan, inspeksi, dan pengembangan prasarana,” kata Franoto dalam keterangan nan diterima kumparan, Minggu (2/8).

“Berdasarkan hasil kajian keselamatan, aktivitas seperti bermain sepak bola maupun aktivitas masyarakat lainnya di area tersebut mempunyai akibat nan sangat tinggi terhadap pemain, penonton, maupun perjalanan kereta api. Karena itu, penggunaannya tidak dapat kami izinkan,” sambungnya.

Fenomena “Liga Aspal” sendiri menjadi perhatian publik lantaran penduduk Menteng Jaya memanfaatkan jalan aspal sebagai lapangan sepak bola akibat minimnya ruang terbuka dan lapangan olahraga di lingkungan mereka. Warga juga sempat mengusulkan pemanfaatan lahan kosong milik KAI di dekat permukiman sebagai lapangan, namun usulan tersebut tidak mendapat persetujuan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan