Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan impor optik menjadi salah satu penyumbang total impor konsumsi di Indonesia.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menjelaskan impor optik, sinematografi, dan medis mengalami kenaikan 50,36%, menjadi kenaikan terbesar untuk impor konsumsi setelah buah impor nan mencapai 109,32%.
"Impor konsumsi naik 42,90%, didorong buah naik 109,32%. Sedangkan impor optik, sinematografi, dan medis naik 50,36%," kata Pudji dalam konvensi pers, dikutip Kamis (4/6/2026).
Adapun optik nan dimaksud bisa saja meliputi kacamata, termasuk lensa dan frame-nya. Diketahui, bahan baku kacamata di Indonesia sendiri sebagian besar tetap diimpor dari luar negeri.
Lalu gimana kondisi di lapangan? Benarkah kacamata impor menjamur di Indonesia?
Dari pantauan CNBC Indonesia di Pasar Senen, Jakarta hari Rabu (3/6/2026), tampak cukup banyak gerai-gerai nan menjual kacamata. Sentra penjualan kacamata di Pasar Senen ada di Pasar Senen Blok III serta Senen Jaya 1 dan 2. Harga nan ditawarkan para pedagang pun cukup terjangkau.
Ketika ditanya asal kacamata tersebut, beberapa pedagang mengungkapkan berasal dari China.
"Kebanyakan kacamata di sini diimpor dari China sih. Kalau frame sebenarnya kami menggunakan nan standar, sehingga harganya bisa terjangkau," kata Dina.
Di tokonya, untuk nilai paket kacamata nan sudah termasuk frame dan lensa, dibanderol mencapai Rp150.000, untuk lensa dan frame standar. Jika frame dan lensa lebih bagus, maka harganya bisa lebih dari Rp150.000.
"Harga di sini, yang standar itu Rp150.000, sudah termasuk lensa dan frame," lanjutnya.
"Ada juga nan photochromic, itu harganya Rp250.000, sudah termasuk lensa dan frame," ujarnya.
Dina mengungkapkan tokonya sudah mempunyai izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk upaya penjualan kacamata.
"Sudah ada izinnya juga dari Kemenkes, dan di sini juga ada tenaga kesehatannya buat cek mata bagi nan mau membikin kacamata di sini," ucapnya.
Hal serupa ditemukan di toko lainnya di letak itu.
"Di sini serba Rp150.000 nan standardnya, sudah termasuk lensa dan frame," kata Yusuf.
Sebagai tambahan jasa bagi pelanggan, dapat mengecek kondisi mata langsung di tokonya secara gratis.
"Bisa juga di sini tes mata, biar mungkin bisa mengerti kondisinya, cuma-cuma untuk pengecekan mata," terangnya.
Di tokonya, kebanyakan kacamata, baik lensa maupun frame juga berasal dari China.
"Kalau di sini sih kebanyakan dari China ya, walaupun di lensanya ada merek ternama, itu enggak original sih, jika original kan harganya bisa mahal banget," ucapnya.
Sejumlah pedagang kacamata melayani pembeli di Pasar Senen Blok III, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Sejumlah pedagang kacamata melayani pembeli di Pasar Senen Blok III, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·