Niko Prayoga
, Jurnalis-Kamis, 04 Juni 2026 |12:46 WIB

Hary Tanoesoedibjo (tengah) minta Menpora keluarkan izin ketat soal rumah biliar. (Foto: Aziz Indra/Okezone)
KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Hary Tanoesoedibjo, meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menerbitkan izin mengenai pembukaan rumah biliar di Indonesia. Aturan tersebut berupa rekomendasi nan kudu dikantongi pemilik rumah biliar dari POBSI.
Hal itu diungkapkan Hary Tanoesoedibjo kepada Erick Thohir dalam konvensi pers Predator - PBC Indonesian International Open 2026 di MNC Conference Hall, iNews Tower Jakarta pada Kamis (4/6/2026). Ia menyebut langkah ini perlu dilakukan demi menjaga keberlangsungan industri olahraga biliar nan saat ini mulai mengalami penurunan kualitas akibat persaingan tarif nan tidak sehat.
Ketum PB POBSI Hary Tanoesoedibjo meminta Menpora mengeluarkan izin soal pembangunan rumah biliar. (Foto: Aziz Indra/Okezone)
"Biliar itu berkembang, tapi berkembangnya itu perlu cepat. Masalahnya, mungkin bisa minta tolong sama Pak Erick, boleh tidak untuk membuka rumah biliar itu kudu ada rekomendasi POBSI," kata Hary Tanoesoedibjo.
1. Tegakkan Standarisasi
Ia menjelaskan, adanya rekomendasi POBSI dalam proses perizinan alias pembukaan rumah biliar ini bermaksud menegakkan standarisasi. Ia menilai tanpa adanya kontrol dan standardisasi nan jelas, ekosistem upaya rumah biliar dikhawatirkan bakal merosot.
Terlebih, saat ini kejadian "perang tarif" alias banting nilai antar-pengusaha rumah biliar mulai banyak terjadi. Dampaknya, kualitas pelayanan alias service quality kepada para pencinta olahraga ini cukup menurun.
"Supaya kita bisa memberikan standarisasi, jika regulasinya kudu begini, begini, begini. Soalnya jika tidak, sekarang ini banting-bantingan tarif. Dan jika sudah banting tarif, ya service quality-nya bakal turun," ucap dia.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·