Sejumlah kelurahan di Tangerang punya nama unik. Nama-nama itu mulai dari Gondrong, Bencongan hingga Jurumudi.
detikcom telah mendatangi tiga kelurahan dengan nama unik tersebut untuk memahami asal-usulnya. Gondrong, misalnya, nama kelurahan di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, ini rupanya berasal dari suasana wilayah nan dulunya rimbun. Selain itu, ada juga cerita nan mengaitkan nama Gondrong dengan style rambut salah satu tokoh di wilayah itu pada masa lalu.
Berikutnya ada kelurahan Bencongan di Kabupaten Tangerang. Nama wilayah ini rupanya sama sekali tak berangkaian dengan kata 'bencong'. Salah satu cerita menyebut Bencongan berasal dari sosok keturunan Tionghoa murah hati pada era dulu nan berjulukan Ben Cong An.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Gondrong dan Bencongan, ada juga kelurahan Jurumudi nan terletak di Kota Tangerang. Nama Jurumudi itu rupanya berangkaian dengan aktivitas kunjungan hingga pekerjaan nan dulu banyak dilakoni masyarakat setempat, ialah pengemudi alias pengemudi.
"Jadi begini, sebenarnya itu dulu bukan Jurumudi, awalnya itu disebut Jaramudi, lantaran di situ ada suatu makam nan dikunjungi oleh para muda-mudi, di RW 05 tuh makamnya. Jadi disebutnya Jaramudi, lantaran ada tempat kunjungan di situ ada makam, ada tempat ziarah, ada muda-mudi," kata Staf Tata Pemerintahan Kelurahan Jurumudi, Marsudin, di Kantor Kelurahan Jurumudi, Benda, Kota Tangerang, Jumat (4/9/2026).
Seiring berjalannya waktu, banyak aktivitas galian pasir di wilayah tersebut. Mayoritas masyarakat kemudian bekerja sebagai pengemudi galian pasir dan pengemudi angkot.
"Untuk selanjutnya, lama kelamaan ada banyak galian pasir, galian pasir dan para mobil-mobil, ada mobil truk ada mobil Isuzu juga. Jadi berubahlah tuh nama menjadi Jurumudi pada tahun kurang tahu dah tahunnya, kebetulan orang tua saya, engkong saya, di situ juga di Jurumudi, jadi saya suka tanya-tanya ceritanya seperti itu," ujarnya.
Nama Jarumudi kemudian berubah menjadi Jurumudi. Hal itu dipengaruhi kebanyakan masyarakat nan bekerja sebagai sopir.
"Berubah jadi Jurumudi lantaran banyak pengemudi dan banyak galian pasir di situ galian pasir untuk diangkut dijual sama mobil truk, banyak mobil Isuzu juga jadi berubah lah disebutnya Jurumudi," ucapnya.
Jurumudi resmi menjadi nama kelurahan dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2000. Kelurahan Jurumudi berada di Kecamatan Benda sesudah dipecah dari Kecamatan Batuceper.
"Mulai dipecah sekitar tahun 2000-an lantaran mungkin terlalu luas wilayahnya. Kalau dulu kan Batuceper kelurahannya 13, nah dipecahlah Benda, menjadi 5 kelurahan," jelasnya.
Marsudin menyebut galian pasir di sana sudah tidak ada. Masyarakat nan bekerja sebagai pengemudi pun tak sebanyak dulu.
"Kalau sekarang jika pengemudi pikulan tetap ada, jika galian pasir udah nggak ada. Karena galian pasir sekarang udah diuruk, udah kena akomodasi jalan tol dan sebagainya. Jadi udah nggak ada galian-galian lagi. Udah pada dijualin, diuruk, jual sama pengusaha," ujarnya.
Sekretaris Kelurahan Jurumudi, Dedi Karyadi, juga menyebut kebanyakan penduduk di wilayah itu dulunya adalah sopir. Selain pengemudi pasir galian, juga ada pengemudi pikulan umum.
"Memang dulu Jurumudi mata pencaharian penduduknya itu sebagian rata-rata pengemudi alias supir. Sopir dengan perkembangannya dulu ada Bandara Soekarno-Hatta," kata Dedi.
"Jadi beliau mereka itu untuk mobilisasi pekerja dari Kebon Besar, Batuceper, arah Jurumudi wilayah airport itu memerlukan kendaraan dan nan dipakai rata-rata kendaraan tuyul apa nan mobil mini itu. Juru jadi pengemudi semacam transportasi gitu," lanjutnya.
Dedi menjelaskan banyak perumahan dan pergudangan di wilayah Jurumudi. Warga nan tinggal di sana juga bervariasi.
Kini, Kelurahan Jurumudi mempunyai delapan RW. Jumlah penduduknya tercatat mencapai 14 ribuan orang.
(haf/haf)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·