Jumlah Kanker Payudara Meningkat, Ini 3 Penanganannya Selain Kemoterapi

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jumlah Kanker Payudara Meningkat, Ini 3 Penanganannya Selain Kemoterapi

Jumlah Kanker Payudara Meningkat, Ini 3 Penanganannya Selain Kemoterapi. (Ilustrasi: Freepik)

JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, kanker tetek menjadi kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Bahkan jumlahnya bakal semakin meningkat. 

Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memperkirakan pada tahun 2022 terdapat 66.271 kasus baru kanker tetek di Indonesia, dengan 22.598 kematian, serta prevalensi 5 tahun sekitar 209.748 orang (perkiraan jumlah pasien nan tetap hidup dalam lima tahun setelah diagnosis).

Tumor tetek sering kali diawali dengan perubahan mini nan kadang tidak disadari. Oleh lantaran itu, krusial bagi setiap wanita untuk mengenali tanda-tanda awalnya.

“Banyak pasien datang lantaran menemukan benjolan nan sebenarnya sudah ada cukup lama, tetapi tidak terasa sakit sehingga dianggap tidak berbahaya. Padahal, tumor payudara, terutama nan ganas, tidak selalu menimbulkan nyeri pada tahap awal,” jelas dr. Ivan Rinaldy, Sp.B, Subsp.Onk (K), Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam keterangan resminya, Minggu (3/8/2026).

Sementara itu, pengobatan seperti kemoterapi biasanya menjadi salah satu referensi bagi pasien kanker. Kemoterapi digunakan untuk membunuh sel kanker nan mungkin sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Terapi ini sering diberikan sebelum alias setelah operasi untuk menurunkan kemungkinan kekambuhan alias mengecilkan ukuran tumor.

Selain kemoterapi, dr. Ivan mengungkapkan terdapat beberapa jenis pengobatan lain nan dapat dilakukan untuk menangani kanker payudara. Berikut penjelasannya:

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com