Jakarta, CNBC Indonesia - Beda produk nan dijual, beda pula nasib omzet pedagang. Demikian kondisi nan terungkap dari pantauan CNBC Indonesia di area Pasar Tanah Abang dan sekitarnya, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 12 Mei 2026.
Ada pedagang nan mengeluh dan mulai skeptis lantaran nilai peralatan merangkak naik, namun ada ada juga nan mengaku penjualan dan permintaan tetap normal.
Seperti Limei, penjual busana anak di Pasar Tanah Abang. Dia mengungkapkan, pelanggannya mulai mengurangi jumlah pembelian.
"Langganan saya mulai mengurangi jumlah pembelian di sini, untuk dijual lagi. Karena jualan mereka juga lagi seret, akhirnya dikurangi lah beli di sini. nan biasanya beli sekarung, sekarang hanya separuh karung saja," kata Limei.
"Daya beli masyarakat sih nan kembali lesu lagi. Sekarang kan apa-apa pada naik harganya. Harga plastik naik, nilai BBM naik, nilai bahan pokok juga naik. Orang-orang condong lebih irit untuk membeli nan lain, termasuk pakaian," terangnya.
Gorengan Laris Terus
Namun, pedagang lain mengalami kondisi berbeda. Seperti diceritakan pedagang makanan dan minuman ringan di depan Stasiun Tanah Abang.
Dewi, pedagang tahu bakso mengatakan kenaikan harga-harga belum berakibat ke penjualan tahu baksonya. Bahkan, penjualannya selalu ludes.
"Kalau dibilang ekonomi lesu dampaknya ke tahu bakso, enggak ya, alias mungkin belum. Masih ramai kok nan beli, ini saja baru lenyap dan akhirnya digoreng dulu," kata Dewi.
Dewi menjual tahu bakso untuk satu buah seharga Rp2.500.
"Biasanya orang-orang belinya 4 ya, Rp10.000, hanya memang ada nan beli lebih, tetap banyak kok nan beli lebih dari Rp10.000," jelasnya.
Begitu juga pedagang es teh solo, Intan. Kata dia, penjualannya tetap normal, meski harga es teh solo mengalami kenaikan.
"Belum terdampak, meski harga es teh solo naik jadi Rp5.000, orang-orang tetap banyak nan beli," kata Intan.
Apalagi saat ini, kondisi cuaca di Jakarta nan sedang panas, membikin pembeli tetap banyak membeli es teh.
"Jakarta lagi panas, orang-orang pasti tetap butuh minuman nan segar. Ya intinya di sini belum ada akibat kenaikan harga-harga sih," ujarnya.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·