
Pelatih Timnas Vietnam U-23, Kim Sang-sik. (Foto: VFF)
HANOI – Pelatih asal Korea Selatan, Kim Sang-sik, kemungkinan besar tidak bakal mendampingi langsung Timnas Vietnam U-23 di sepanjang almanak 2026. Situasi ini tentu menjadi angin segar bagi para rival, termasuk spekulasi kebahagiaan bagi pelatih-pelatih musuh seperti ahli strategi Timnas Indonesia U-23, John Herdman, mengingat konsentrasi sang arsitek bakal terpecah total.
Padatnya agenda internasional menjadi argumen utama di kembali potensi lengsernya Kim Sang-sik dari bangku kepelatihan tim muda The Golden Star –julukan Timnas Vietnam. Dengan serangkaian turnamen besar nan saling bertabrakan, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) tampaknya mulai mempertimbangkan strategi pendelegasian kewenangan demi menjaga performa di level senior.
Dengan melepaskan kedudukan pembimbing Timnas Vietnam U-23, jelas membikin tim-tim U-23 lain di Kawasan Asia Tenggara diuntungkan, termasuk Timnas Indonesia U-23. Mengingat Kim Sang-sik sebelumnya sukses membawa Vietnam U-23 juara SEA Games 2025, Piala AFF U-23 2025, dan ranking ketiga Piala Asia U-23 2025.
1. Bentrok Jadwal
Tahun 2026 bakal menjadi periode neraka bagi sepak bola Vietnam. Dimulai dari akhir Juli, Kim Sang-sik memikul beban berat untuk mempertahankan gelar juara di Piala AFF 2026.
Belum usai euforia tersebut, hanya dalam waktu satu bulan, Timnas Vietnam senior kembali kudu turun di arena FIFA ASEAN Cup 2026 demi mendulang poin ranking FIFA.
Kim Sang-sik dongkrak prestasi sepakbola Vietnam VFF
Masalah muncul lantaran penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup tersebut bertepatan dengan gelaran ASIAD 2026, di mana Timnas Vietnam U-23 juga dijadwalkan bertanding.
Mengingat ASIAD kali ini hanya diproyeksikan sebagai arena jam terbang bagi skuad U-21, konsentrasi Kim Sang-sik dipastikan bakal tersedot sepenuhnya ke tim senior, memaksa dirinya untuk menyerahkan tongkat estafet U-23 kepada asistennya, Dinh Hong Vinh.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·