Jogja Women’s Open Tournament Softball Selesai, KONI Sebut 'Awal Kebangkitan'

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Gorgeous, klub asal Bandung, menjadi juara pada jenis perdana turnamen ini setelah dan sukses membawa pulang Trofi Kenang-Kenangan GKR Hemas. Foto: Pandangan Jogja.

Jogja Women’s Open Tournament Softball 2026 telah berjalan di Lapangan Softball Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 10–13 September 2026 dan resmi ditutup pada Minggu (13/9). Tim Gorgeous dari Bandung keluar sebagai juara pertama dalam turnamen softball putri tersebut.

Turnamen nan diselenggarakan PT SaranaInsan MudaSelaras (Life Media) ini menjadi arena kejuaraan sekaligus bagian dari upaya memetakan potensi atlet dan mendorong pembinaan softball nasional.

Jogja Women’s Open Tournament Softball 2026 telah berjalan di Lapangan Softball Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Foto: Pandangan Jogja.

Wakil Ketua I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Suwarno mengatakan turnamen tersebut menjadi awal kebangkitan softball nasional. Menurutnya, kejuaraan diperlukan untuk memberikan pengalaman bertanding secara ahli sekaligus meningkatkan keahlian teknis atlet.

“Turnamen ini sebagai awal kebangkitan softball nasional. Kami mengharapkan setiap tim softball memperoleh pengalaman bertanding nan profesional, peningkatan keahlian teknis dan potensi wilayah untuk naik tingkat sebagai atlet nasional,” kata Suwarno.

Wakil Ketua I KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko juga menilai penyelenggaraan turnamen nasional di Yogyakarta menjadi momentum krusial bagi keberlanjutan pembinaan softball. Kompetisi antartim dari beragam wilayah memberikan ruang bagi atlet untuk mengukur keahlian melalui pertandingan di tingkat nasional.

Direktur Utama PT SIMS (Life Media), Gugun Yudinar. Foto: Pandangan Jogja

Direktur Utama PT SIMS (Life Media), Gugun Yudinar mengatakan turnamen tersebut juga digunakan untuk memandang perkembangan softball di Indonesia melalui pemetaan potensi setiap tim. Dari proses itu, penyelenggara berambisi dapat menemukan atlet nan berpotensi dikembangkan ke tingkat nasional.

“Jogja Women’s Open Tournament Softball 2026 bermaksud untuk benchmark softball tanah air, memetakan potensi setiap tim, dan mencetak atlet nasional baru sehingga Indonesia bisa berkompetisi dengan negara di area Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, dan Filipina ke depan,” ujar Gugun.

Gugun mengatakan pembinaan memerlukan ruang kejuaraan nan dapat memberi kesempatan kepada atlet untuk berkembang dan memperoleh pengalaman bertanding. Menurutnya, olahraga juga dapat menjadi ruang untuk membangun talenta, karakter, dan jejaring nan mendukung perjalanan atlet menuju tingkat nasional maupun regional.

Pada penutupan turnamen, Gorgeous Bandung menerima trofi kenang-kenangan GKR Hemas dan duit pembinaan dari penyelenggara sebagai juara pertama. Penyelenggara juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim nan mengikuti kompetisi.

Seluruh pemain Jogja Women’s Open Tournament Softball 2026 berpotret berbareng usai penutupan turnamen di Lapangan Softball Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (13/9).

Penyelenggaraan Jogja Women’s Open Tournament Softball 2026 mendapat support dari KONI Pusat, KONI DIY, PERBASASI Pusat, dan PERBASASI DIY. Turnamen ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism.

Bagi PT SIMS, keterlibatan dalam penyelenggaraan turnamen merupakan bagian dari kontribusi perusahaan di Yogyakarta. Perusahaan nan bergerak di bagian akses internet dan jaringan telekomunikasi itu telah beraksi di Yogyakarta sejak 2001.

PT SIMS saat ini melayani sekitar 17.000 pengguna broadband di tiga wilayah, ialah Yogyakarta, Sukoharjo, dan Jepara. Setelah penyelenggaraan tahun ini, perusahaan menyatakan Jogja Open Tournament Softball bakal kembali digelar pada 2027.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan