Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) melantik pengurus PMI Sulawesi Utara masa hormat 2026–2031, Senin (15/6).(MI/Lina Herlina)
KETUA Umum PMI Jusuf Kalla (JK) melantik pengurus PMI Sulawesi Utara masa hormat 2026–2031, Senin (15/6). Di hadapan para kepala daerah, JK menegaskan bahwa aktivitas kemanusiaan PMI melampaui sekat geografis dan politik.
Ia juga menyoroti komposisi kepengurusan nan didominasi wanita sebagai angin segar bagi semangat relawan di wilayah rawan bencana, Sulut.
Sebanyak 47 pengurus baru Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Utara resmi dilantik Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, di Wisma Negara Manado. Kolonel CKM (Purn) Fredrik P. Demmasabu dipercaya memimpin periode 2026–2031.
Namun, nan paling menyita perhatian JK dalam sambutannya bukan hanya sosok ketua, melainkan komposisi kepengurusan nan didominasi perempuan. "Hal ini membanggakan sekaligus strategis. Perempuan mempunyai kepekaan dan ketahanan emosional nan luar biasa dalam situasi darurat. Ini modal besar PMI Sulut ke depan," ujar JK disambut tepuk tangan para undangan, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara serta jejeran bupati/wali kota se-Sulut.
Bagi JK, pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Sulawesi Utara berada di area Ring of Fire, wilayah dengan gempa bumi, tsunami, dan banjir bandang nan langganan menyantap korban.
"Kesiapsiagaan adalah nilai mati. Begitu musibah datang, PMI kudu sudah bergerak, bukan sedang rapat," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kecepatan respons PMI sangat berjuntai pada satu hal, ialah kepercayaan publik. "PMI adalah jembatan antara pemberi dan penerima bantuan. Kalau kepercayaan itu retak, aktivitas kemanusiaan kita lumpuh. Transparansi dan kerja keras adalah kuncinya," tambah mantan Wakil Presiden RI tersebut.
Di sela pelantikan, JK juga menyoroti misi krusial nan kerap terlupakan, seperti donor darah. "Sampai kapan pun, belum ada intelektual nan sukses menciptakan darah buatan. Darah hanya bisa datang dari manusia ke manusia. Maka, donor darah adalah ibadah kemanusiaan sejati," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa relawan PMI bekerja bukan lantaran gaji, melainkan panggilan jiwa. "Merekalah garda terdepan. Pemerintah dan masyarakat hanya mendukung. nan turun ke lumpur, ke reruntuhan, ke ruang pemindahan adalah relawan."
Salah satu pesan paling kuat dari JK adalah bahwa prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah melampaui paspor dan perbatasan. "Saat tsunami Aceh, bumi datang menolong kita. Begitu musibah menghantam negara lain, pesawat PMI adalah nan pertama lepas landas dari Indonesia. Tidak ada urusan suku, agama, alias politik. nan ada hanya sesama manusia nan sedang kesulitan," ujarnya.
Ia mencontohkan support lintas negara nan terus mengalir melalui jaringan Palang Merah global. Karena itu, JK berambisi PMI Sulut di bawah kepemimpinan dr. Fredrik tidak hanya handal di dalam negeri, tetapi juga siap menjadi bagian dari rantai kemanusiaan dunia. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·