JK Dilaporkan ke Polda Metro Atas Dugaan Penistaan Agama Terkait Ceramah di UGM

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas pidato di UGM. Foto: Dok. Istimewa

Pengurus Pusat Pemuda Katolik, DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) dan sejumlah organisasi lainnya melaporkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, ke Polda Metro Jaya buntut pernyataannya pada pidato di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

DPP GAMKI Sahat berbareng sejumlah lembaga kristen dan organisasi kemasyarakatan lain itu menilai pernyataan JK dalam pidato tersebut menuai polemik.

Laporan itu teregister dalam dengan nomor register LP/B/2546/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA dan LP/B/2547/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA.

Dalam laporan itu, GAMKI berbareng sejumlah lembaga Kristen lainnya melaporkan Jusuf Kalla mengenai dugaan penistaan kepercayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300 dan/atau Pasal 301 dan/atau Pasal 263 dan/atau Pasal 264 dan/atau Pasal 243 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023.

Sementara, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Gusma--yang juga melaporkan JK, menekankan pentingnya meluruskan pemahaman publik mengenai aliran Kristiani, terutama dalam konteks nilai-nilai dasar ketaatan nan kerap disalahartikan.

"Dalam aliran Kristiani, kasih adalah norma nan utama. Iman kami tidak mengajarkan kekerasan sebagai jalan kesaksian, melainkan pengorbanan, kerendahan hati, dan kesediaan menderita tanpa membalas," tegas Gusma dalan keterangannya, Senin (13/4).

Ia menjelaskan, konsep meninggal syahid dalam tradisi Gereja tidak pernah dimaknai sebagai tindakan menyerang alias menghilangkan nyawa orang lain, melainkan kesetiaan pada ketaatan hingga rela berkorban demi kebenaran.

"Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka nan menganiaya kamu. Ini menunjukkan bahwa kasih dalam ketaatan Kristiani berkarakter radikal, melampaui logika balas dendam," ujarnya.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan pembaruan terhadap kasus pencemaran nama baiknya di area Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (5/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Lebih lanjut, dia menambahkan, kasih dalam tradisi Kristiani tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia sebagai gambaran Allah, tetapi juga kepada seluruh ciptaan.

"Allah adalah kasih dan sumber kehidupan. Karena itu, mencintai berfaedah menghormati seluruh makhluk hidup sebagai bagian dari ciptaan-Nya,"katanya.

Gusma mengingatkan, narasi keagamaan nan disampaikan di ruang publik perlu berpijak pada pemahaman nan utuh dan tidak simplistis, agar tidak menimbulkan distorsi makna nan berpotensi memicu ketegangan sosial.

"Ketika aliran kepercayaan direduksi alias digeneralisasi secara keliru, nan muncul bukan hanya kesalahpahaman, tetapi juga potensi retaknya kepercayaan dan persatuan," tandas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan