Rohman Wibowo
, Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |10:04 WIB

Pertemuan Menko Airlangga dengan Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan. (Foto :Okezone.com/Kemenko Perekonomian)
JAKARTA - Hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman diperkokoh melalui penjajakan kesempatan kerja sama di beragam sektor strategis. Investasi, daya baru terbarukan, rantai pasok semikonduktor, hingga pengembangan pendidikan vokasi menjadi agenda utama dalam penguatan kemitraan bilateral kedua negara.
“Jerman telah menjadi mitra Indonesia dengan lebih dari 250 perusahaan nan sudah berbisnis dan beraksi di Indonesia, dengan kumulatif investasi dari 2021 hingga 2026 mencapai USD1,23 miliar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).
Dalam pertemuan nan berjalan Kamis (20/8/2026), Airlangga menekankan pentingnya mendorong delegasi upaya Jerman untuk mempercepat realisasi sejumlah proyek dalam pipeline di sektor daya terbarukan. Penguatan rantai nilai industri semikonduktor juga menjadi topik krusial nan dibahas, mengingat posisi sektor tersebut nan sangat krusial bagi percepatan transformasi industri di Indonesia.
Di samping itu, sektor pendidikan vokasi turut mendapat sorotan khusus. Keunggulan Jerman dalam sistem pendidikan dan training vokasi dinilai menjadi modal krusial nan selaras dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di kedua negara.
Kedua pihak juga mendiskusikan perkembangan perundingan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA) nan ditargetkan rampung dan ditandatangani pada tahun ini.
Kesepakatan tersebut diproyeksikan menjadi katalis utama untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan area Eropa sekaligus membuka kesempatan investasi nan lebih luas.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·