Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Sebabkan Tsunami

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan penilaian mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia. Diketahui sejak Sabtu, Anak Krakatau mengeluarkan abu setinggi sekitar 15 kilometer (km).

Menurut JIMA, peristiwa tersebut tidak bakal menimbulkan akibat tsunami terhadap RI sementara ini. Hal itu merujuk laporan Weathernews nan diperbarui, sebagaimana dimuat The Nation.

"Tidak ada perubahan permukaan laut signifikan nan teramati di stasiun pemantauan di Jepang alias luar negeri," ujar lembaga itu, dikutip Senin (7/9/2026).

Jepang sebelumnya telah mulai memeriksa kemungkinan akibat tsunami setelah letusan Jumat. JMA awalnya mengumumkan pemantauan pada Sabtu pukul 4 pagi waktu setempat.

JMA mempertimbangkan gangguan permukaan laut nan tidak biasa mengenai dengan letusan Tonga pada Januari 2022. Namun, penilaian selanjutnya mengesampingkan akibat tsunami terhadap Jepang akibat letusan Anak Krakatau terbaru.

"Berdasarkan penilaian badan tersebut pada saat itu, gempa tersebut dianggap tidak bisa menyebabkan keruntuhan nan cukup besar hingga memicu tsunami. Meski begitu, para pejabat bakal terus memantau aktivitas gunung berapi dan perubahan corak gunung berapi tersebut," muat laman itu.

Sebelumnya, Buletin Pusat Pemantauan Abu Vulkanik Darwin juga mengidentifikasi abu mencapai level penerbangan 500 alias setara dengan sekitar 15,2 kilometer pada akhir pekan. Pengamatan satelit menunjukkan awan abu bagian atas bergerak ke barat, sedangkan lapisan bawah melayang dari selatan hingga tenggara.

Hingga Minggu malam, Anak Krakatau tetap berada di Level III. Warga, nelayan, dan visitor diinstruksikan untuk tetap berada di luar area ancaman sepanjang tiga kilometer.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News