Selebriti Jennifer Coppen dan pesepak bola Justin Hubner telah resmi menjadi pasangan suami istri. Keduanya melangsungkan prosesi janji nikah di Tirtha Bali, Uluwatu, pada Jumat (12/6) dengan mengusung tema nan merepresentasikan perjalanan cinta keduanya.
Dilansir dari keterangan resmi Bridestory nan diterima kumparanWOMAN, meski baru menjalani hubungan asmara satu tahun lebih, keduanya mantap untuk menikah lantaran mempunyai pandangan hidup nan sama.
Ya, pernikahan Jennifer dan Justin merupakan permulaan senang dari visi nan keduanya telah impikan bersama. Pasangan ini mengatakan, dalam menjalin hubungan asmara, keduanya mau berkomitmen untuk membangun masa depan berbareng sebagai satu keluarga.
“Kami berdua mempunyai visi nan sama, ialah mencintai untuk berasosiasi dalam pernikahan. Justin selalu menginginkan keluarga, dan saat berjumpa dengan saya dan Kamari (putri semata wayang Jennifer -red), dia merasa sangat nyaman dan jatuh cinta,” jelas Jennifer.
Awalnya, pasangan ini saling kenal lewat media sosial. Jennifer dan Justin akhirnya berjumpa secara langsung untuk pertama kali setelah pertandingan sepak bola Tim Nasional Indonesia melawan Bahrain. Sejak pertemuan itu, hubungan Jennifer dan Justin semakin berkembang dan cinta pun bertumbuh di antara keduanya.
Tak lama menjalin kasih, Justin akhirnya melamar Jennifer di Belanda pada Desember 2025. Ibu satu anak itu pun mengatakan, momen lamaran tersebut merupakan kenangan paling berkesan dalam perjalanan hubungan mereka. Bahkan, Jennifer mengaku, dia tidak menyangka bahwa Justin bakal melamarnya di malam itu.
“Justin membikin semuanya terlihat seperti makan malam biasa. Ternyata, dia membawa saya ke sebuah kastil di Belanda dan melamar saya di sana, dikelilingi oleh family dan sahabat terdekat. Itu adalah momen nan sangat intim dan indah,” papar Jennifer.
Pernikahan Sakral Dua Budaya
Perencanaan pernikahan Jennifer dan Justin berjalan sejak Januari 2026. Sebagai perseorangan berdarah campuran, Jennifer mau tetap menghadirkan sentuhan tradisional Indonesia lewat budaya Jawa, nan dipadukan dengan nuansa internasional sebagai perwakilan dari sisi Justin.
Perpaduan dua budaya ini dihadirkan dalam prosesi akad. Kala itu, Jennifer memakai kebaya putih berbinar-binar lansiran Maison Baaz Couture dengan riasan paes Jogja Putri nan menawan dari Yayuk Paes, komplit dengan pulasan makeup bold karya makeup artist Kun Soo.
Sementara itu, Justin memakai beskap putih dengan taburan payet nan senada dengan kebaya Jennifer, serta blangkon dengan aksen bulu putih di bagian depan. Beskap Justin pun dirancang oleh Maison Baaz Couture.
Bagi Jennifer, dari seluruh rangkaian perencanaan nikahnya dengan Justin, momen paling berkesan adalah proses pembuatan dan fitting busana pengantin.
“(Sampai hari pernikahan), kami sama-sama belum pernah memandang busana satu sama lain. Kami mau menyimpan semuanya untuk momen first look di hari-H,” ucap Jennifer.
Untuk hiasan venue pernikahan, Jennifer dan Justin memilih warna dominan nan merepresentasikan karakter dan perjalanan hidup kedua individu: Merah. Menurut mereka, warna ini adalah perlambang keberanian, keteguhan, semangat dalam menghadapi beragam tantangan hidup bersama.
"Kami sangat antusias untuk memulai family baru, menjalani hidup sebagai suami istri, dan memberikan forever home untuk Kamari. Tidak peduli tentang apa nan orang katakan, lantaran pada akhirnya tujuan kami adalah berbareng untuk selamanya,” tutup Jennifer.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·