loading...
Sensor penargetan elektro-optik (EOTS) pada AD-08 Majid diduga menggunakan teknologi Amerika. Foto: Defence Security Asia.
NEW YORK - Pada malam tanggal 3 April, sebuah jet tempur F-25E AS ditembak jatuh di atas Iran. Operasi pengamanan terhadap kedua pilot tersebut sukses dilakukan.
Ini menandai pertama kalinya jet tempur AS ditembak jatuh di wilayah udara Iran sejak bentrok dimulai. MenurutGlobal Defense Corp, sangat mungkin sistem rudal AD-08 Majid Iran mencegat F-15E Strike Eagle di wilayah udaranya.
Berbeda dengan sistem pertahanan udara jarak jauh seperti S-300 alias Patriot, nan mudah dideteksi oleh satelit, AD-08 Majid (yang mulai beraksi sejak 2021) adalah sistem pertahanan udara bergerak jarak pendek unik nan dirancang untuk misi pertahanan titik.
Yang perlu diperhatikan, para ahlimilitertelah lama menduga bahwa AD-08 Majid menggunakan komponen militer Barat dan dapat menargetkan drone, rudal jelajah, helikopter, dan sasaran bergerak rendah lainnya.
Secara spesifik, Majid terdiri dari empat komponen utama: sensor penargetan elektro-optik (EOTS) nan dikembangkan oleh L3Harris – sebuah perusahaan teknologi Amerika – untuk identifikasi dan pencarian target, sistem pengendalian tembakan, peluncur dengan empat ruang rudal, dan rudal anti-pesawat AD-08.
Mekanisme utama sistem ini adalah penemuan dan pencarian target, di mana sistem elektro-optik mengidentifikasi sasaran dan memandu sistem tersebut.
Global Defense Corpmeyakini Iran kemungkinan menggunakan sistem perantara terdesentralisasi untuk menyembunyikan identitasnya saat membeli barang-barang militer.
Rezim ini membentuk entitas berumur pendek di negara-negara dengan transparansi terbatas, khususnya di Hong Kong, Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia), dan Asia Tengah, untuk membeli komponen-komponen Barat.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·